Menguatkan Militansi Kader di Negeri Rantau, DTD VIII GP Ansor Taiwan Digelar di Masjid An-Nur Guangyin

Bagikan ke

Guangyin, Taiwan — Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Taiwan melalui Pimpinan Anak Cabang (PAC) Guangyin sukses menyelenggarakan Diklatsar Terpadu Dasar (DTD) VIII pada Minggu–Senin, 27–28 Desember 2025, bertempat di Masjid An-Nur Guangyin, Taiwan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan kaderisasi GP Ansor di lingkungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelajar Indonesia di Taiwan.

DTD VIII digelar sebagai bentuk komitmen GP Ansor Taiwan dalam mencetak kader-kader yang militan, berideologi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat meskipun berada di negeri rantau. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari total 30 peserta yang terdaftar, dengan tingkat kehadiran yang menunjukkan antusiasme dan semangat kaderisasi yang tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua PC GP Ansor Taiwan, Sahabat Susilo, menegaskan bahwa DTD merupakan fondasi penting dalam proses pembentukan kader Ansor. Ia menyampaikan bahwa kaderisasi tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan ruang dan jarak di luar negeri.
“DTD bukan sekadar pelatihan formal, tetapi proses pembentukan karakter kader Ansor agar tetap kokoh memegang nilai Aswaja, setia pada NU, serta memiliki tanggung jawab kebangsaan di mana pun berada,” ujar Sahabat Susilo.

Rangkaian kegiatan DTD VIII berlangsung khidmat dan dinamis. Peserta mendapatkan pembekalan materi ke-NU-an, ke-Ansoran, ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, serta penguatan nilai kebangsaan dan kepemimpinan. Diskusi dan interaksi antar peserta menjadi ruang refleksi bersama tentang peran strategis GP Ansor dalam menjaga Islam moderat dan persatuan bangsa, khususnya di lingkungan komunitas Indonesia di Taiwan.

Disisi lain Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Taiwan Sahabat Dri Praptoni atau biasa disapa ndan Andre dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan DTD VIII menjadi momentum strategis bagi penguatan struktur dan militansi kader di tingkat PAC. Menurutnya, keberadaan Ansor di Taiwan harus mampu menjadi garda terdepan dalam merawat ukhuwah, dakwah yang sejuk, serta kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan PMI dan pelajar Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan. Kebersamaan yang terbangun selama DTD VIII tidak hanya mempererat ikatan emosional antar kader, tetapi juga meneguhkan komitmen berkhidmah dalam organisasi GP Ansor dan Nahdlatul Ulama.
Menutup rangkaian kegiatan, Sahabat Susilo kembali menegaskan harapannya kepada seluruh kader Ansor di Taiwan.

“Ansor harus tetap menjadi penjaga nilai, penggerak umat, dan perekat persatuan. Di mana pun kita berada, khidmah kepada NU, bangsa, dan negara harus terus hidup. DTD ini bukan akhir, tetapi awal dari pengabdian yang lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya DTD VIII ini, PC GP Ansor Taiwan berharap lahir kader-kader yang tangguh secara ideologis, matang secara organisasi, dan siap menjadi motor penggerak dakwah, sosial, serta kebangsaan di lingkungan PMI dan pelajar Indonesia di Taiwan. Kegiatan ini menegaskan bahwa semangat kaderisasi GP Ansor terus menyala, melintasi batas negara, demi merawat Islam rahmatan lil ‘alamin dan keutuhan NKRI.

Red. Dri Praptono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *