Taipei, Selasa (30 Desember 2025) — Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Taiwan menggelar Pelatihan Hands-On Coding Genetic AI sebagai langkah strategis dalam memperkuat basis keilmuan dan kapasitas teknis anggotanya di bidang kecerdasan buatan.

Kegiatan ini dilaksanakan di National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dan menghadirkan Cries Avian, PhD., dosen Teknik Elektro Universitas Brawijaya (UB) sekaligus tim AI Center UB, sebagai pemateri utama.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi bertajuk “The Rise of Agentic AI: Building Autonomous, Context-Aware, and Self-Adaptive Intelligent System”, yang membahas perkembangan terbaru Agentic AI sebagai sistem cerdas yang mampu bertindak secara otonom, adaptif, dan kontekstual. Selain itu, peserta juga mengikuti praktikum langsung workflow Large Language Model (LLM), sehingga tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara teknis.
Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa ISNU Taiwan jenjang S2 dan S3 dari berbagai disiplin ilmu. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu membangun dan mengembangkan workflow LLM yang dapat diaplikasikan pada beragam bidang, seperti pendidikan, material, industri, elektro, mesin, hingga seni digital.

Ketua ISNU Taiwan, Wahyu dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas keilmuan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Anggota ISNU harus terus meng-upgrade pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Dengan adanya pelatihan intensif seperti ini, khazanah keilmuan teknis dapat terus terjaga,” ujarnya.

Ke depan, ISNU Taiwan berencana menjalin kerja sama pelatihan digital dengan AI Center UB. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka wawasan yang lebih luas terkait perkembangan kecerdasan buatan, khususnya pengembangan Genetic AI, serta mendorong pemanfaatan teknologi AI yang selaras dengan konsep Society 5.0.

Melalui pelatihan ini, ISNU Taiwan menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah penguatan intelektual dan inovasi bagi para sarjana NU di Taiwan, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di bidang teknologi.
Risky

Kegiatan yang sangat bermanfaat sekali, berharap bagi S1 punya kesempatan untuk mendapatkan pengajaran ini. Karena suatu ilmu yang sangat betmanfaat dalam perkembangan digital pada era sekarang ini.