GUANYIN, TAIWAN – Sebuah babak baru bagi penguatan syiar Islam moderat dan pemberdayaan perempuan Indonesia di Taiwan resmi dimulai. Pada Ahad, 18 Januari 2026, Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (PRFNU) Guanyin-Zhongli resmi dibuka dalam sebuah prosesi peresmian yang dilanjutkan dengan Rapat Anggota perdana untuk memilih nakhoda pertama organisasi tersebut.

Momen bersejarah ini bukan sekadar urusan administratif belakangan, melainkan puncak dari sebuah perjuangan panjang yang penuh dedikasi. Di balik layar, terdapat militansi para kader yang selama ini “bergerilya” di tengah padatnya jam kerja pabrik. Mereka bergerak menjemput sesama srikandi Nahdliyin di kawasan Guanyin dan Zhongli, menyatukan visi dalam satu barisan meski raga berada jauh dari tanah air.
Keberhasilan acara ini juga menjadi bukti kuatnya sinergi antarkomunitas WNI di Taiwan. Apresiasi mendalam disampaikan kepada Ketua Takmir Mushola Al-Amin yang telah menjadi pendukung utama lahirnya organisasi ini. Mushola tersebut tidak hanya menyediakan tempat bernaung, tetapi juga memberikan dukungan moral yang luar biasa sepanjang proses pembentukan.

Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan Ranting Guanyin, Arifin, dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa haru atas gigihnya perjuangan para kader.
“Terima kasih kepada seluruh kader yang telah bergerak menjemput sesama rekan di lapangan demi kelahiran Fatayat Guanyin-Zhongli ini. Ini adalah buah dari kesabaran kita semua. Kami berharap Fatayat mampu menjadi ‘rumah yang nyaman’—tempat bagi perempuan Indonesia untuk tidak hanya bekerja, tapi juga belajar, berkarya, dan saling menjaga,” ujar Arifin.
Setelah seremoni peresmian usai, agenda langsung beralih ke tahap krusial: Rapat Anggota. Dalam suasana yang sarat akan semangat kekeluargaan, para anggota berkumpul untuk bermusyawarah secara demokratis guna menentukan siapa yang akan memimpin PRFNU Guanyin-Zhongli untuk masa khidmat pertama.

Proses pemilihan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran organisasi yang sangat berharga bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Mereka diajak terlibat aktif dalam menentukan arah masa depan organisasi, sebuah pengalaman kepemimpinan yang jarang didapatkan di tengah rutinitas pekerjaan industri.
Ketua PCI Fatayat NU Taiwan, Mukhlisoh, yang hadir langsung menyaksikan momen ini, menitipkan pesan agar semangat kekeluargaan tetap menjadi ruh organisasi. Ia menekankan bahwa jabatan hanyalah sarana, sementara tujuan utamanya adalah kemanfaatan bagi sesama.
“Semoga selalu guyup rukun, terus menyebar manfaat di bawah bendera Nahdlatul Ulama,” pesan Mukhlisoh dengan penuh harap.

Menatap masa depan, PRFNU Guanyin-Zhongli berkomitmen untuk langsung tancap gas. Berbagai program strategis telah menanti, mulai dari penguatan amaliah Ahlussunnah wal Jama’ah, edukasi hukum bagi PMI untuk perlindungan kerja, hingga pelatihan keterampilan praktis sebagai bekal kemandirian ekonomi saat nantinya mereka kembali ke tanah air.
Di tengah deru mesin dan kepulan asap industri di kawasan Guanyin dan Zhongli, kehadiran organisasi ini kini berdiri tegak sebagai ‘oase’—sebuah tempat teduh bagi para pejuang devisa perempuan untuk tetap berakar pada nilai agama dan tumbuh dalam kemandirian.

Selamat & sukses buat PRFNU GUANYIN-ZHONGLI ..pertma x dalam sejarah akhirnya bisa terbentuk juga para penerus” Generasi NU Nyell di zhongli -taoyuan- guanyin ..semoga yg berkhidmat bisa mengemban amanah dg baik .Fatayat NU Taiwan bermanfaat untuk umat Allahu akbar barokalloh
Mantap dakwah Nahdliyin estafet pembawa Islam rahmatan lil’alamin