Hilal Tak Terlihat di Tamsui, LFNU Taiwan Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Bagikan ke

New Taipei, Taiwan – Lembaga Falakiyah (LFNU) PCINU Taiwan kembali melaksanakan kegiatan rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal bulan suci Ramadan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026), di kawasan Tamsui Fisherman’s Wharf, New Taipei, dengan melibatkan tim falakiyah serta masyarakat Indonesia yang turut menyaksikan proses pemantauan.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan sejak pukul 17.49 hingga 18.10 waktu setempat, posisi hilal berada pada kriteria istihal rukyat atau dalam kondisi mustahil terlihat. Oleh karena itu, bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari, sehingga awal Ramadan 1447 H di Taiwan ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ketua Lembaga Falakiyah PCINU Taiwan menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan rukyat, tim terlebih dahulu melakukan perhitungan hisab untuk mengetahui posisi matahari dan bulan sebagai dasar kalibrasi alat. Dalam pelaksanaannya, tim menggunakan teleskop serta perangkat lunak pemantau lintasan benda langit guna memastikan akurasi pengamatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lembaga Falakiyah PCINU Taiwan dalam menghadirkan penetapan kalender hijriah yang mandiri dan berbasis ilmiah di Taiwan. Sejak resmi berjalan, pemantauan hilal telah dilakukan secara berkala untuk momentum Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, dengan pendampingan pelatihan dari Lembaga Falakiyah PBNU di Indonesia.

Penetapan awal Ramadan tahun ini juga sejalan dengan keputusan Masjid Agung Taipei, yang turut mengumumkan 1 Ramadan pada tanggal yang sama setelah hilal tidak terlihat. Dengan demikian, umat Islam di Taiwan dapat melaksanakan salat tarawih mulai Rabu malam, sebagai awal menyambut bulan suci penuh keberkahan.

Kehadiran Lembaga Falakiyah PCINU Taiwan menjadi tonggak penting dalam penguatan syiar Islam berbasis keilmuan di tanah rantau. Selain menjaga tradisi rukyat, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Muslim Indonesia di Taiwan tentang ilmu falak, astronomi Islam, serta pentingnya kesatuan dalam penentuan waktu ibadah.

Melalui ikhtiar ini, Lembaga Falakiyah NU Taiwan berharap dapat terus berkontribusi dalam memberikan kepastian waktu ibadah, mempererat ukhuwah, serta menguatkan peran keagamaan diaspora Indonesia di Taiwan, khususnya dalam menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadan dengan penuh kesiapan dan kebersamaan.

Dokumentasi Rukyatul Hilal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *