Taichung — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-12 PCINU Taiwan Ranting Taichung berlangsung dengan penuh khidmat dan kemeriahan, dihadiri sekitar 2.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai wilayah di Taiwan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan diaspora (19/04/26).

Acara semakin semarak dengan kehadiran Habib Ali Zainal Abidin Assegaf yang memimpin sholawat bersama, menghadirkan suasana religius yang mendalam dan penuh kekhusyukan.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Kepala Bagian Administrasi Bapak Wawan Kurniawan, Rais Syuriah PCINU Taiwan Yai Moch. Al Imron, Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan Ust. Muhammad Ghofur, Ketua Ranting Taichung Gus Wahid, serta jajaran Banom dan organisasi di bawah naungan PCINU Taiwan.

Dalam tausiyahnya, Rais Syuriah PCINU Taiwan, Yai Moch. Al Imron, menekankan pentingnya berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah AnNahdliyah yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah SAW.
“Sebagai warga Nahdliyyin, kita harus memastikan bahwa amaliyah dan pemahaman keagamaan kita bersumber dari sanad keilmuan yang jelas. Inilah yang menjadi kekuatan NU—ilmu yang tidak terputus, diwariskan dari para ulama hingga sampai kepada kita hari ini,” ungkap beliau.

Beliau juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan berbagai pemahaman keagamaan yang berkembang, umat harus selektif dalam mengambil rujukan.
“Jangan sampai kita mengambil ilmu dari sumber yang tidak jelas sanadnya, karena hal tersebut bisa menimbulkan kebingungan bahkan perpecahan. NU hadir sebagai jalan tengah (tawassuth) yang menjaga keseimbangan antara dalil, tradisi, dan realitas kehidupan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan, Ust. Muhammad Ghofur, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan spiritual dan sosial umat Islam Indonesia di Taiwan.
“Melalui momentum Harlah ini, mari kita jadikan sholawat sebagai penguat iman dan penyejuk hati dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah.
“Kita harus menjaga persatuan, menghindari perpecahan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah. Teruslah aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bentuk kontribusi nyata kita di negeri rantau,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran PMI sebagai representasi Islam yang damai.
“Jadilah duta Islam rahmatan lil ‘alamin yang membawa kedamaian, bukan perpecahan,” tambahnya.

Di sisi lain, KDEI Taipei melalui Wawan Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kontribusi PCINU Taiwan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk pemulasaran jenazah PMI serta kolaborasi dalam berbagai kegiatan keagamaan. Ia juga menyampaikan program direct hiring sektor hospitality serta rencana nikah massal pada Agustus 2026 tanpa biaya.

Momentum Harlah ini sekaligus menegaskan komitmen PCINU Taiwan untuk terus menguatkan dakwah Islam yang moderat dan toleran, mendampingi dan melayani kebutuhan umat, serta membangun sinergi dengan seluruh elemen diaspora Indonesia di Taiwan. Selain itu, PCINU Taiwan berkomitmen menjaga marwah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang mengedepankan persatuan dan kemaslahatan umat.

Harlah ke-12 ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, kekuatan sanad keilmuan, serta nilai Islam rahmatan lil ‘alamin terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia di Taiwan.
