PCINU Taiwan Ranting Pingtung Sukses Gelar Musyawarah Ranting (MUSRAN) Pertama

Bagikan ke

Pingtung – Musyawarah Ranting (Musran) PCINU Taiwan Ranting Pingtung yang diselenggarakan pada 3 Mei 2026 telah berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus merumuskan arah gerak organisasi ke depan bagi warga Nahdliyin di wilayah Pingtung dan sekitarnya.

Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, serta perwakilan warga nahdliyin Pingtung ini diwarnai dengan berbagai rangkaian sidang pleno yang berjalan secara dinamis namun tetap kondusif. Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, menegaskan bahwa musyawarah ranting bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis dalam memperkuat fondasi gerakan. Ia menyampaikan, “Musyawarah ranting ini bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan momentum penting dalam meneguhkan arah gerak, memperkuat konsolidasi, serta merumuskan langkah strategis ke depan.”

Pada Pleno III, musyawarah diisi dengan pembahasan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2024-2026. Dalam sidang ini, para peserta secara aktif memberikan evaluasi, masukan, serta apresiasi terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif, mencerminkan semangat kolektif dalam membangun organisasi yang lebih baik.

Selanjutnya, Pleno IV menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah organisasi ke depan melalui sidang komisi. Pembahasan mencakup job description kepengurusan, pokok-pokok program kerja, serta pandangan umum dan khusus bagi pengurus periode 2024–2026. Dalam forum ini, peserta musyawarah menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyusun program yang tidak hanya realistis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan warga Nahdliyin di Taiwan, khususnya di Pingtung.

Momentum penting lainnya terjadi pada Pleno VI, yakni pemilihan Rois Syuriah. Dalam proses yang berlangsung secara demokratis dan penuh khidmat, Zobi Mazhabi kembali terpilih untuk melanjutkan amanah sebagai Rois Syuriah. Sementara itu, posisi kepemimpinan baru juga mengalami regenerasi, di mana Muhammad Akhyar terpilih menggantikan Makmuri.

Dalam kesempatan tersebut, Makmuri turut memberikan pesan inspiratif yang membekas bagi seluruh peserta. Ia mengingatkan pentingnya menghargai proses dalam berorganisasi maupun dalam kehidupan. “Jangan pernah melihat kesuksesan yang orang lain miliki, tetapi lihatlah proses orang itu menempuh kesuksesannya,” ujarnya, menegaskan bahwa perjuangan dan ketekunan adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan.

Musyawarah ini tidak hanya menghasilkan keputusan struktural, tetapi juga memperkuat semangat kolektif dalam berkhidmah. Para peserta menyadari bahwa peran ranting sangat strategis sebagai ujung tombak organisasi, khususnya dalam menjawab kebutuhan sosial, keagamaan, dan pendidikan bagi warga Indonesia di luar negeri.

Dengan berakhirnya Musran ke-1 ini, diharapkan kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga soliditas, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai ke-NU-an yang dijunjung tinggi menjadi bekal utama dalam melangkah ke depan.

Musyawarah ini pun menjadi bukti bahwa dari ranting, kekuatan besar organisasi dapat tumbuh dan berkembang, membawa manfaat tidak hanya bagi internal organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Jakfar Shodiq (Master Student NPTU)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *