Sarbumusi Taiwan
Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) adalah badan otonom yang fokus pada perlindungan, pembelaan, dan peningkatan kesejahteraan kaum buruh dan pekerja. Di Taiwan, Sarbumusi berperan sebagai ujung tombak dalam menangani isu-isu ketenagakerjaan yang dihadapi oleh PMI, terutama di sektor industri manufaktur.
Deskripsi Organisasi dan Misi Advokasi
Sarbumusi Taiwan hadir sebagai respon terhadap masih maraknya eksploitasi dan narasi negatif terhadap pekerja migran. Organisasi ini menekankan pentingnya pekerja migran untuk bersatu dan bersuara dalam menuntut hak-hak mereka. Melalui pembentukan serikat seperti SEBIMA (Serikat Buruh Industri Manufaktur), Sarbumusi menyediakan wadah legal dan taktis bagi PMI untuk menghadapi permasalahan kontrak, upah, hingga kondisi kerja yang tidak layak.
Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Sarbumusi
Fungsi Sarbumusi berpusat pada tiga pilar utama: Hubungan Industrial, Jaminan Sosial, dan Pengembangan Kompetensi.
| Pilar Fungsi | Penjabaran Operasional |
| Hubungan Industrial | Memberikan pemahaman mengenai hubungan kerja yang komprehensif dan menjawab tantangan isu ketenagakerjaan di Taiwan. |
| Advokasi Jaminan Sosial | Mendorong perluasan akses perlindungan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja berpenghasilan rendah dan rentan. |
| Edukasi dan Layanan Hukum | Menyediakan informasi mengenai asuransi ketenagakerjaan, hak penyimpanan dokumen pribadi (Paspor/ARC), dan penggunaan layanan hotline 1955. |
| Transparansi Perizinan | Memastikan proses perizinan kerja transparan dan mendukung perlindungan menyeluruh mulai dari perekrutan hingga kepulangan. |
Inisiatif Program dan Aksi Nyata Sarbumusi
Sarbumusi aktif melakukan dialog dengan pemangku kepentingan untuk memastikan suara pekerja migran didengar di tingkat kebijakan.
- Kegiatan yang Sudah dan Sedang Berjalan
- Union Development Program (UDP): Penyelenggaraan kelas-kelas edukasi bagi anggota untuk memahami struktur hukum ketenagakerjaan di Taiwan secara mendalam.
- Afternoon Coffee Club (ACC): Forum diskusi rutin yang menghadirkan pakar untuk membahas isu-isu terkini mengenai jaminan sosial bagi pekerja informal dan migran.
- Edukasi Perlindungan Mandiri: Kampanye edukasi melalui brosur dan media sosial mengenai hak pekerja untuk menyimpan dokumen asli paspor dan ARC secara mandiri, serta cara melaporkan majikan yang melanggar aturan tersebut.
- Audiensi dengan Pemerintah RI: Melakukan dialog dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia terkait kondisi spesifik awak kapal perikanan di Taiwan guna mencari solusi atas permasalahan yang ada.
- Rencana Kegiatan ke Depan
- Program “Reactive”: Inisiatif untuk pembekalan kompetensi SDM pekerja migran agar memiliki keahlian teknis tambahan di luar pekerjaan utama mereka, guna meningkatkan nilai tawar di pasar kerja.
- Advokasi BPJS Ketenagakerjaan Gratis: Terus mendorong pemerintah untuk memberikan keikutsertaan gratis dalam program jaminan sosial bagi 20% penduduk bekerja yang memiliki penghasilan paling rendah, termasuk PMI rentan.
- Penguatan Satgas PMI: Mengaktifkan Satgas PMI di bawah naungan serikat untuk berperan aktif menangkal informasi menyesatkan dan provokatif yang dapat merugikan posisi pekerja migran di Taiwan.
