PCINU Taiwan Gelar Rapat Kerja Catur Wulan, Bahas Evaluasi Program dan Agenda Lanjutan

Bagikan ke

Keelung, Taiwan — Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan menggelar rapat kerja catur wulan di Sekretariat PCINU Taiwan Ranting Keelung, Mushola Al Hidayah, pada Jumat, 31 Mei. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat tersebut diikuti sekitar 60 peserta dari unsur 13 ranting, 6 badan otonom, dan 5 lembaga di lingkungan PCINU Taiwan.

Rapat rutin evaluasi empat bulanan ini menjadi salah satu forum penting bagi PCINU Taiwan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi pelaksanaan program, sekaligus menyusun langkah lanjutan dalam pelayanan kepada warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia di Taiwan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua PCINU Taiwan, Bapak Kholiq. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para peserta dari berbagai wilayah hadir membawa laporan, catatan evaluasi, serta usulan kegiatan yang akan menjadi bagian dari agenda organisasi pada periode berikutnya.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan mahalul qiyam. Lantunan shalawat yang menggema di Mushola Al Hidayah menambah kekhidmatan kegiatan dan menjadi pengingat bahwa setiap agenda organisasi tidak hanya berorientasi pada kerja administratif, tetapi juga berakar pada tradisi keagamaan dan nilai spiritual Nahdlatul Ulama.

Memasuki sesi utama, setiap ranting, badan otonom, dan lembaga diberi kesempatan menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan selama empat bulan terakhir. Laporan tersebut mencakup perkembangan program, capaian kegiatan, kendala teknis di lapangan, serta kebutuhan koordinasi antarstruktur organisasi.

Forum ini juga menjadi ruang saling mendengar antarpengurus. Setiap ranting menyampaikan dinamika masing-masing wilayah, mulai dari kegiatan keagamaan, pengajian rutin, pendampingan jamaah, hingga upaya menjaga silaturahmi warga Indonesia di Taiwan. Sementara itu, badan otonom dan lembaga memaparkan program sesuai bidang pengabdian masing-masing.

Dengan melibatkan 13 ranting, 6 badan otonom, dan 5 lembaga, rapat kerja ini menunjukkan semakin luasnya peran PCINU Taiwan dalam membangun jejaring keorganisasian di luar negeri. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat gerak organisasi agar lebih terarah, responsif, dan berdampak bagi masyarakat.

Pada sesi kedua, Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan yang sekaligus menjadi penanggung jawab kegiatan hadir memberikan arahan dalam pembahasan program kerja. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesinambungan program dan penguatan koordinasi antarunit organisasi.

Selain itu, forum juga mendapatkan informasi mengenai Asosiasi NU yang telah diakui oleh pemerintah Taiwan. Pengakuan tersebut menjadi hal penting bagi gerak organisasi, khususnya dalam memperkuat posisi kelembagaan serta memperluas ruang kontribusi PCINU Taiwan di tengah masyarakat Indonesia dan lingkungan sosial Taiwan.

Rapat kerja catur wulan ini tidak hanya berhenti pada evaluasi kegiatan. Forum tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi agenda lanjutan. Salah satu rekomendasi penting adalah persiapan kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang akan dipimpin oleh Komandan Andre, Ketua GP Ansor Taiwan.

Peringatan Hari Santri Nasional di Taiwan diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan identitas santri, memperkuat nasionalisme, dan merawat tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tanah rantau. Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melibatkan lebih banyak unsur masyarakat Indonesia di Taiwan.

Selain pembahasan Hari Santri Nasional, forum juga menyinggung persiapan Konferensi Cabang PCINU Taiwan yang direncanakan akan dilaksanakan setelah Muktamar PBNU. Agenda konfercab menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, dan penataan arah organisasi PCINU Taiwan ke depan.

Melalui pembahasan tersebut, PCINU Taiwan berupaya memastikan bahwa setiap agenda organisasi disiapkan secara matang, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh unsur yang ada. Rapat kerja ini menjadi jembatan antara evaluasi program yang telah berjalan dan perencanaan kegiatan yang akan datang.

Kegiatan yang berlangsung selama enam jam tersebut berjalan dalam suasana aktif dan konstruktif. Para peserta tidak hanya menyampaikan laporan, tetapi juga memberikan masukan, rekomendasi, serta catatan perbaikan untuk memperkuat pelaksanaan program di tingkat ranting maupun cabang.

PCINU Taiwan berharap hasil rapat kerja catur wulan ini dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh ranting, badan otonom, dan lembaga. Setiap unsur organisasi diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing dengan tetap menjaga koordinasi, kebersamaan, dan semangat khidmah.

Rapat kerja ini sekaligus menjadi penegasan bahwa PCINU Taiwan terus berkomitmen menjaga tradisi, memperkuat jam’iyah, dan menghadirkan manfaat bagi warga Nahdliyin serta masyarakat Indonesia di Taiwan. Di tengah kehidupan perantauan, keberadaan PCINU Taiwan diharapkan menjadi rumah besar yang merawat nilai keagamaan, kebangsaan, dan persaudaraan.

Dengan terlaksananya rapat kerja catur wulan di Keelung, PCINU Taiwan meneguhkan langkah untuk terus bergerak bersama, memperkuat organisasi, dan memperluas kebermanfaatan NU di Negeri Formosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *