PCI Fatayat NU Taiwan Dilantik, Perkuat Sinergi dan Pemberdayaan Perempuan Indonesia di Taiwan

Bagikan ke

Taichung, 2 Agustus 2026 – Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Fatayat Nahdlatul Ulama Taiwan resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di ASEAN Square lantai 6, Taichung. Pelantikan tersebut mengusung tema “Bersinergi untuk Menguatkan Ukhuwah demi Mewujudkan Perempuan yang Berdaya, Berdikari, dan Berdampak.”

Pelantikan dipimpin oleh Ning Hj. Dewi Winarti, sedangkan Surat Keputusan kepengurusan dibacakan oleh Sahabat Kiki Qibtiyah. Dalam kepengurusan baru tersebut, Novilia resmi mengemban amanah sebagai Ketua PCI Fatayat NU Taiwan untuk masa khidmat tiga tahun mendatang.

Tema pelantikan menjadi representasi arah gerak organisasi dalam memperkuat persaudaraan, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan Indonesia di Taiwan. PCI Fatayat NU Taiwan berkomitmen untuk hadir sebagai ruang kebersamaan yang mampu merangkul, mengedukasi, mendampingi, serta memberikan manfaat nyata bagi para kader dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Novilia menegaskan pentingnya membangun solidaritas dan empati antarsesama perempuan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

“Di era AI, koneksi terbaik adalah rasa empati antarsesama perempuan. Berhenti bersaing, saatnya saling mendukung. Kita bisa menjadi perempuan yang cantik, cerdas, dan sukses bersama,” ujar Novilia.

Menurutnya, perempuan Indonesia di Taiwan menghadapi beragam tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Beberapa di antaranya adalah persoalan hukum, penipuan digital atau scam, pinjaman online ilegal, rendahnya literasi keuangan, tekanan pekerjaan, kesehatan mental, kekerasan terhadap perempuan, serta tantangan pengasuhan anak dari jarak jauh.

Persoalan tersebut menjadi dasar bagi PCI Fatayat NU Taiwan untuk mengambil peran yang lebih aktif. Organisasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi wadah edukasi, pendampingan, perlindungan, dan pengembangan kapasitas perempuan Indonesia di Taiwan.

Sebagai bagian dari program strategis organisasi, PCI Fatayat NU Taiwan juga meluncurkan Koperasi Yasmin PCI Fatayat NU Taiwan. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sistem penguatan ekonomi sekaligus wadah pengembangan usaha produktif bagi para kader.

Melalui Koperasi Yasmin, para kader diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, mengembangkan keterampilan kewirausahaan, memperluas jaringan usaha, serta mempersiapkan kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia.

Selain penguatan bidang ekonomi, kepengurusan PCI Fatayat NU Taiwan juga berkomitmen untuk membenahi administrasi dan membangun basis data organisasi yang lebih tertata. Pembenahan tersebut akan mencakup pendataan kader serta penguatan administrasi kepengurusan di tingkat cabang dan ranting selama tiga tahun mendatang.

Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Arif Sulistyo, menyampaikan kesiapan KDEI untuk membangun sinergi dan kolaborasi bersama PCI Fatayat NU Taiwan. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat dinilai penting dalam memperluas jangkauan edukasi, pendampingan, dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan.

Dalam kesempatan tersebut, Arif Sulistyo juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar berhati-hati dalam menggunakan dan memberikan data pribadi. Para PMI diimbau untuk tidak meminjamkan identitas diri kepada pihak lain serta tidak mudah terlibat dalam pinjaman online ilegal yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun persoalan hukum.

Sementara itu, perwakilan Tanfidziyah PCINU Taiwan, Gus Jupri, berharap PCI Fatayat NU Taiwan dapat terus menjadi ruang musyawarah dan kebersamaan. Setiap persoalan yang dihadapi kader maupun masyarakat diharapkan dapat dicari jalan keluarnya secara bersama-sama melalui komunikasi, pendampingan, dan semangat saling membantu.

Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi PCI Fatayat NU Taiwan dalam menjalankan program tiga tahun ke depan. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, penguatan organisasi, pengembangan ekonomi kader, serta peningkatan literasi dan perlindungan perempuan, PCI Fatayat NU Taiwan diharapkan mampu mewujudkan perempuan Indonesia yang semakin berdaya, berdikari, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *