PCINU Taiwan Silaturahmi dengan Sekjen Kemendag, Bahas Peluang Ekspor dan Pemberdayaan PMI Purna

Bagikan ke

Jakarta – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan melakukan kunjungan silaturahmi kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Sekjen Kemendag RI), Drs. Isy Karim, M.Si., di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara PCINU Taiwan dengan Kementerian Perdagangan RI, khususnya dalam membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan antara Indonesia dan Taiwan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah menyelesaikan masa kerjanya di Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, PCINU Taiwan menyampaikan sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan potensi perdagangan Indonesia-Taiwan. Salah satu pembahasan utama adalah peluang komoditas dan produk unggulan Indonesia yang memiliki potensi untuk dipasarkan ke Taiwan. Produk-produk dari sektor pertanian, perkebunan, makanan dan minuman, produk olahan, kerajinan, hingga berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dan diperluas akses pasarnya di Taiwan.

Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya pemetaan komoditas Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pasar Taiwan. Menurut PCINU Taiwan, keberadaan komunitas masyarakat Indonesia yang cukup besar di Taiwan dapat menjadi salah satu pintu masuk dalam memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk-produk Indonesia.

Selain potensi komoditas, pertemuan juga membahas aspek regulasi perdagangan dan prosedur ekspor. Hal ini dipandang penting agar pelaku usaha, khususnya UMKM dan masyarakat Indonesia yang berada di Taiwan, memiliki pemahaman yang memadai mengenai ketentuan perdagangan lintas negara, standar produk, perizinan, sertifikasi, serta mekanisme ekspor yang berlaku.

PCINU Taiwan memandang bahwa penguatan literasi perdagangan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri perlu mendapatkan perhatian. Dengan pemahaman yang baik mengenai regulasi, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen produk Indonesia di Taiwan, tetapi juga dapat berkembang menjadi pelaku usaha dan bagian dari ekosistem perdagangan Indonesia-Taiwan.

Mendorong UMKM bagi PMI Purna

Isu lain yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pemberdayaan PMI purna atau pekerja migran Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air. Pengalaman bekerja di luar negeri, termasuk di Taiwan, dinilai dapat menjadi modal sosial dan ekonomi yang berharga apabila diikuti dengan program pendampingan kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

PCINU Taiwan menyampaikan pentingnya membangun ekosistem yang dapat membantu PMI purna untuk mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia. Tidak sedikit PMI yang memiliki pengalaman, keterampilan, jaringan, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar Taiwan yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis.

Dalam konteks tersebut, PMI purna tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat program pemberdayaan, tetapi juga sebagai calon pelaku usaha, mitra perdagangan, sekaligus penghubung pasar Indonesia-Taiwan. Pengembangan UMKM berbasis pengalaman migrasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kemandirian ekonomi PMI setelah kembali ke daerah asal.

PCINU Taiwan sebagai Jembatan Ekonomi Indonesia-Taiwan

Sebagai organisasi masyarakat keagamaan yang memiliki jaringan komunitas Indonesia di Taiwan, PCINU Taiwan melihat adanya peluang untuk turut berkontribusi dalam membangun jembatan ekonomi antara masyarakat Indonesia di Taiwan dengan pelaku usaha di Tanah Air.

Jaringan PCINU Taiwan bersama badan otonom dan lembaga di lingkungan NU dapat menjadi ruang edukasi dan fasilitasi bagi masyarakat, khususnya dalam memperkenalkan produk Indonesia, memberikan literasi kewirausahaan, serta menghubungkan pelaku UMKM dengan jaringan pasar dan komunitas Indonesia di Taiwan. Silaturahmi dengan Sekjen Kemendag RI tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih konkret antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mengembangkan potensi perdagangan Indonesia-Taiwan.

Ketua PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, M.Pd., menyampaikan bahwa diaspora Indonesia di Taiwan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penguatan ekonomi Indonesia. Menurutnya, keberadaan PMI dan komunitas Indonesia di Taiwan tidak hanya memiliki dimensi sosial dan ketenagakerjaan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui perdagangan, kewirausahaan, dan promosi produk Indonesia.

“PMI dan diaspora Indonesia di Taiwan memiliki pengalaman, jaringan, dan pengetahuan tentang pasar Taiwan. Potensi tersebut perlu dihubungkan dengan produk-produk unggulan Indonesia sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat dan UMKM di daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PCINU Taiwan siap berkontribusi dalam membangun jejaring antara komunitas Indonesia di Taiwan, pelaku UMKM, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Harapannya, silaturahmi ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program yang konkret, terutama dalam membuka akses pasar produk Indonesia ke Taiwan dan pemberdayaan PMI purna,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekjen Kemendag RI Drs. Isy Karim, M.Si. menyambut baik silaturahmi dan pembahasan yang disampaikan PCINU Taiwan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mendiskusikan berbagai potensi yang dapat dikembangkan dalam hubungan perdagangan Indonesia dengan Taiwan. Kunjungan PCINU Taiwan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran diaspora dan organisasi masyarakat dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia. Dengan jaringan komunitas yang kuat di luar negeri, organisasi masyarakat dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam memperkenalkan produk Indonesia sekaligus membuka akses dan jejaring pasar internasional.

Ke depan, sinergi antara PCINU Taiwan dan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat diarahkan pada pemetaan komoditas potensial, penguatan kapasitas UMKM, literasi regulasi ekspor, promosi produk Indonesia di Taiwan, serta penyusunan program pemberdayaan ekonomi bagi PMI yang telah kembali ke Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan masyarakat Indonesia-Taiwan sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi UMKM, PMI, dan masyarakat Indonesia secara luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *