PCINU Taiwan dan UII Yogyakarta Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Pengembangan SDM Diaspora Indonesia

Bagikan ke

Yogyakarta, 5 Agustus 2026 – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring internasional.

Penandatanganan MoU dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 dan menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia dengan organisasi diaspora Nahdliyin yang aktif dalam bidang sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Taiwan.

MoU tersebut ditandatangani oleh Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., ASEAN Eng., APEC Eng., selaku Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Komunikasi Strategis Universitas Islam Indonesia, yang mewakili Rektor UII, serta Muhammad Ghofur, M.Pd., selaku Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan. Pertemuan dan penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri sejumlah staf dan pegawai Universitas Islam Indonesia, yaitu Dr. Drs. Asmuni, M.A.; Dr. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psi.; Dian Sari Utami; Dr. Joni Aldilla Fajri, S.T., M.Eng.; Rizqi Anfanni Fahmi, SEI., MSI.; dan Wanadya Ayu Krishna Dewi, S.Psi., MA.

Kehadiran jajaran UII tersebut semakin memperkuat suasana akademik dan strategis dalam pertemuan, sekaligus menunjukkan komitmen UII untuk mengembangkan kemitraan dengan PCINU Taiwan secara lebih luas dan berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan kompetensi diaspora Indonesia di Taiwan, serta penguatan jejaring akademik internasional.

Penandatanganan MoU ini diharapkan tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi dapat diterjemahkan menjadi berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika UII, warga Nahdliyin, diaspora Indonesia, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, serta masyarakat yang lebih luas.

UII: Kerja Sama Harus Menghasilkan Program yang Berdampak

Dalam sambutannya, Ir. Winda Nur Cahyo, S.T., M.T., Ph.D., ASEAN Eng., APEC Eng., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara UII dan PCINU Taiwan. Menurutnya, kerja sama dengan PCINU Taiwan memiliki nilai strategis karena membuka ruang bagi UII untuk memperluas jejaring internasional sekaligus menghadirkan kontribusi perguruan tinggi secara lebih dekat kepada masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri. Winda menekankan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar formalitas kelembagaan, tetapi harus diwujudkan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.

“Kerja sama ini tentu bukan hanya tentang penandatanganan MoU, tetapi bagaimana setelah ini kita dapat mengimplementasikan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.”

Ia menilai PCINU Taiwan memiliki posisi strategis sebagai mitra UII dalam memahami kebutuhan masyarakat Indonesia di Taiwan sekaligus membuka akses bagi pengembangan berbagai program pendidikan dan pengabdian masyarakat. Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada berbagai bidang, mulai dari **pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi SDM, pertukaran pengetahuan, seminar dan konferensi, hingga penguatan jejaring internasional. Winda berharap kolaborasi antara UII dan PCINU Taiwan dapat berkembang secara berkelanjutan dan menghasilkan program-program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Harapannya, kerja sama ini tidak hanya berhenti pada MoU, tetapi bisa dilanjutkan dengan program kerja yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak bagi masyarakat.”

PCINU Taiwan: Membuka Akses Pendidikan bagi Diaspora

Sementara itu, Muhammad Ghofur, M.Pd., Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU dengan UII merupakan langkah strategis PCINU Taiwan dalam memperluas akses pendidikan dan peningkatan kualitas SDM bagi diaspora Indonesia di Taiwan. Menurut Ghofur, diaspora Nahdliyin tidak hanya memiliki peran dalam menjaga tradisi keagamaan dan kebudayaan Indonesia di luar negeri, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“PCINU Taiwan ingin membangun kolaborasi yang lebih luas. Diaspora Indonesia, termasuk para pekerja migran, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karena itu, pendidikan, peningkatan kompetensi, literasi, dan penguatan kapasitas menjadi bagian penting dari perjuangan kita di Taiwan.”

Ia menjelaskan bahwa keberadaan masyarakat Indonesia di Taiwan merupakan potensi besar yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Para PMI tidak hanya membutuhkan pendampingan sosial dan keagamaan, tetapi juga akses terhadap pendidikan, keterampilan, literasi digital, kewirausahaan, serta pengembangan kapasitas setelah menyelesaikan masa kerja di Taiwan.

Dalam konteks tersebut, PCINU Taiwan memandang UII sebagai salah satu mitra strategis yang memiliki kapasitas akademik, sumber daya manusia, pengalaman penelitian, serta jaringan yang dapat dikembangkan bersama. Ghofur berharap kerja sama tersebut dapat melahirkan program-program yang secara langsung menyentuh kebutuhan diaspora Indonesia.

“Harapan kami, MoU ini menjadi pintu masuk untuk menghadirkan program pendidikan yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia di Taiwan, baik dalam bentuk pelatihan, seminar, kursus, pengembangan kompetensi, penelitian bersama, maupun program pendidikan lainnya.”

Fokus pada Peningkatan SDM Diaspora Indonesia

Salah satu potensi besar kerja sama PCINU Taiwan dan UII adalah pengembangan pendidikan dan peningkatan SDM diaspora Indonesia. Melalui kerja sama ini, kedua lembaga dapat mengembangkan program yang relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia di Taiwan, seperti pelatihan keterampilan, literasi digital, kewirausahaan, pendidikan keislaman, pengembangan profesional, pendampingan akademik, serta penguatan kapasitas organisasi masyarakat diaspora. Kerja sama juga dapat diarahkan untuk memberikan ruang kepada mahasiswa dan akademisi UII dalam melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat Indonesia di Taiwan. Sebaliknya, PCINU Taiwan dapat menjadi mitra lapangan bagi UII dalam memahami dinamika kehidupan diaspora Indonesia serta menjadi jembatan bagi pelaksanaan berbagai program akademik dan sosial di Taiwan.

Membuka Peluang Pendidikan dan Beasiswa

Ke depan, kerja sama ini juga diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi diaspora Indonesia di Taiwan untuk memperoleh akses pendidikan tinggi. PCINU Taiwan berharap dapat terbangun skema kerja sama dalam bentuk beasiswa, kelas khusus, pendidikan jarak jauh, short course, sertifikasi kompetensi, seminar akademik, dan program peningkatan kapasitas yang dapat menjangkau masyarakat Indonesia di Taiwan. Hal tersebut penting karena banyak PMI memiliki pengalaman kerja dan potensi yang besar, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal maupun pengembangan kompetensi. Dengan dukungan perguruan tinggi seperti UII, pengalaman dan potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi modal sosial dan sumber daya manusia yang produktif.

Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Selain pendidikan, MoU ini juga membuka peluang kolaborasi penelitian antara akademisi UII dan PCINU Taiwan. Berbagai isu mengenai diaspora, pendidikan Islam, kehidupan PMI, masyarakat multikultural, moderasi beragama, ekonomi diaspora, kewirausahaan, hingga transformasi digital dapat menjadi objek penelitian bersama. Hasil penelitian tersebut diharapkan tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga dapat memberikan rekomendasi dan solusi bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kedua lembaga juga dapat mengembangkan program yang melibatkan akademisi, mahasiswa, pengurus PCINU, serta komunitas masyarakat Indonesia di Taiwan.

Memperkuat Islam Wasathiyah dan Wawasan Multikultural

Kerja sama PCINU Taiwan dan UII juga memiliki dimensi penting dalam penguatan pendidikan Islam yang moderat, inklusif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat multikultural. Taiwan merupakan masyarakat yang memiliki keragaman budaya, agama, etnis, dan latar belakang sosial. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan keagamaan yang mampu membangun dialog, toleransi, dan kehidupan bersama secara harmonis. Dalam konteks ini, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal, dapat menjadi bagian dari penguatan pendidikan Islam bagi masyarakat diaspora Indonesia. PCINU Taiwan selama ini terus berupaya menghadirkan wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, toleran, dan mampu berdialog dengan masyarakat yang berbeda latar belakang.

MoU sebagai Awal Program Strategis

Penandatanganan MoU antara PCINU Taiwan dan UII Yogyakarta menjadi titik awal untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Kedua lembaga diharapkan dapat menyusun berbagai bentuk implementasi kerja sama melalui program yang terukur dan memiliki dampak langsung. Beberapa agenda potensial yang dapat dikembangkan antara lain:

  1. Program peningkatan kompetensi dan keterampilan diaspora Indonesia di Taiwan.
  2. Seminar dan konferensi internasional tentang diaspora, pendidikan, dan masyarakat multikultural.
  3. Penelitian bersama mengenai pendidikan Islam dan kehidupan PMI di Taiwan.
  4. Program pengabdian masyarakat bagi diaspora Indonesia.
  5. Beasiswa dan akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan.
  6. Pelatihan kewirausahaan bagi PMI dan purna PMI.
  7. Penguatan literasi digital dan pendidikan berbasis teknologi.
  8. Program pertukaran akademik dan pengembangan jejaring internasional.
  9. Short course dan sertifikasi kompetensi.
  10. Pengembangan program pendidikan Islam berbasis komunitas.

Membangun Jembatan Indonesia-Taiwan melalui Pendidikan

Bagi PCINU Taiwan, kerja sama dengan UII merupakan bagian dari ikhtiar membangun jembatan antara Indonesia dan Taiwan melalui pendidikan, pengembangan SDM, dan kerja sama sosial kemasyarakatan. Sementara bagi UII, kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring global sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia di luar negeri. Kedua belah pihak berharap MoU ini dapat menjadi living agreement, yaitu kerja sama yang terus hidup melalui berbagai program nyata, bukan sekadar dokumen administratif.

Dengan sinergi antara kekuatan akademik UII dan jejaring diaspora PCINU Taiwan, kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pendidikan, memperkuat kapasitas masyarakat Indonesia di Taiwan, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan SDM Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu beradaptasi di tengah peradaban global yang semakin multikultural. PCINU Taiwan dan UII Yogyakarta berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai jembatan kolaborasi, diaspora sebagai kekuatan, dan peningkatan SDM sebagai investasi bagi masa depan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *