Bagikan ke

Susunan Pengurus Harian PCINU Taiwan (2024–2026)
Pengurus PCINU Taiwan masa khidmah 2024–2026 diketuai oleh Rais Syuriyah Kyai Mochammad Ali Imron dan Ketua Tanfidziyah Muhammad Ghofur. Sekretaris Umum PCINU Taiwan dijabat oleh Ahmad Nur Riza. Selain itu PCINU Taiwan membawahi 14 ranting,14 badan otonom dan lembaga, serta lebih dari 40 mushola binaan. Misalnya, NU Care-LAZISNU Taiwan diketuai oleh Agus Salim, dan Lembaga Dakwah NU (LDNU) Taiwan diketuai oleh Ustadz Harun Ismail. Lembaga lain (seperti Lakpesdam, LBMNU, LFNU, LKNU, dll.) juga aktif di bawah naungan PCINU Taiwan.

Visi dan Misi PCINU Taiwan
PCINU Taiwan mengusung semangat Islam moderat “rahmatan lil alamin” sebagai nilai dasar. Dalam berbagai kesempatan pengurus menegaskan visi memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kaderisasi warga NU di Taiwan, serta membangun kemandirian organisasi. Fokus lain dalam visi-misinya meliputi pengembangan pendidikan Islam dan dakwah berkarakter NU yang moderat, sekaligus berperan sebagai duta budaya Indonesia di Taiwan. Misinya mencakup pemberdayaan warga Nahdliyyin diaspora melalui pelatihan dan program ekonomi, penguatan ukhuwah Islamiyah serta toleransi antarumat beragama, dan penyelenggaraan program sosial-kemanusiaan seperti pengelolaan zakat dan bantuan bencana. Hal ini tampak dari komitmen PCINU Taiwan menjawab berbagai persoalan migran (ketenagakerjaan, peningkatan kapasitas individu, pemberdayaan eks-PMI, penyaluran zakat dan bantuan sosial). Dengan berpegang pada prinsip Islam rahmatan lil alamin, PCINU Taiwan berupaya diterima luas oleh masyarakat Taiwan dan memajukan kemaslahatan umat.
Program Kerja Utama PCINU Taiwan
Beberapa program unggulan PCINU Taiwan meliputi:

  • Kaderisasi NU – Menyelenggarakan pendidikan dasar kader (PD-PKPNU) untuk penguatan organisasi. Misalnya, PD-PKPNU perdana di Taiwan (Sept 2024) diikuti lebih dari 136 peserta. Program ini menjadi inti pembinaan kader NU di perantauan.
  • Pemberdayaan Ekonomi dan Pendidikan – Gelar seminar dan pelatihan keuangan serta kewirausahaan bagi PMI. Contohnya, International Community Service berbentuk webinar manajemen keuangan dan ketahanan keluarga (kerjasama dengan UTM/UNESA, Sept 2023) untuk meningkatkan literasi ekonomi pekerja migran.
  • Dakwah Islam Ahlussunnah – Program rutin penyebaran Islam moderat. Lembaga Dakwah NU (LDNU) PCINU aktif terlibat dalam program internasional PBNU, misalnya mengirim perwakilan dalam rapat persiapan dai internasional 2026. Di dalam negeri Taiwan, PCINU juga memfasilitasi penerimaan syahadat dan pengajian bagi penduduk lokal.
  • Pengumpulan dan Penyaluran Zakat/Infaq – Dilakukan melalui NU Care-LAZISNU Taiwan. Pengurus Lazisnu membuka posko zakat di 13 kota Taiwan menjelang Idul Fitri[4],dan rutin menghimpun serta menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah kepada mustahik (misalnya pada Ramadhan 2024 dan pada bencana di Indonesia). Pada akhir 2025, Lazisnu Taiwan menyalurkan donasi bantuan banjir Sumatra (sekitar NT$280.200 atau Rp148 juta) untuk korban bencana.
  • Pengembangan Infrastruktur NU – Membangun usaha dan penggalangan dana untuk kepentingan lembaga. Ketua Tanfidziyah mencatat capaian dua tahun antara lain menambah badan usaha PCINU dan mengintensifkan penggalangan dana bagi rencana pendirian NU Islamic Center di Taipei. Hal ini diharapkan mendukung keberlanjutan kegiatan NU di Taiwan.
  • Kegiatan Sosial-Kemanusiaan – Meliputi aksi sosial dan kerjasama kemanusiaan. PCINU Taiwan pernah membantu pemulasaraan jenazah PMI dan mendukung acara nikah massal bersama KDEI Taipei. Semua program kerja ini dikoordinasikan bersama badan otonom dan ranting PCINU di Taiwan, sejalan dengan tema Konfercab 2024 “Harmoni dan Berdikari untuk Kemaslahatan Umat”.
  • Nilai utama PCINU Taiwan adalah Islam moderat rahmatan lil alamin serta semangat kebersamaan dan layanan sosial. Meskipun visi-misi resminya tidak selalu tertulis publik, sikap dan pernyataan pengurus menunjukkan fokus pada penguatan kemandirian organisasi, pengabdian kepada umat, dan penerimaan positif di masyarakat Taiwan.

Sumber: Informasi ini dihimpun dari media resmi PCINU dan publikasi NU.