Fatayat NU Taiwan
Fatayat Nahdlatul Ulama merupakan badan otonom yang menghimpun pemudi atau perempuan muda Islam yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama. Di Taiwan, Fatayat menempati posisi strategis karena mayoritas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah ini adalah perempuan yang bekerja di sektor domestik dan manufaktur. Kehadiran Fatayat di Taiwan memberikan ruang aman bagi perempuan untuk tetap terhubung dengan akar religiusitasnya sekaligus mengembangkan kapasitas diri di tengah tantangan hidup di negara maju.
Visi Strategis Fatayat NU Taiwan
Fatayat NU Taiwan diposisikan sebagai wadah pengaderan yang bertujuan membentuk perempuan muda Nahdliyin yang bertakwa, berakhlakul karimah, cakap, dan bertanggung jawab terhadap agama serta nusa bangsa. Organisasi ini memiliki komitmen mendalam terhadap isu-ibu pemberdayaan perempuan, kesehatan, ekonomi mandiri, serta perlindungan anak. Melalui struktur kepengurusan yang tersebar di berbagai ranting seperti Changhua, Taichung, dan Guanyin-Zhongli, Fatayat memastikan bahwa setiap anggotanya mendapatkan dukungan moral dan organisasi yang diperlukan untuk menavigasi kesulitan kerja dan kerinduan pada tanah air. Visi jangka panjang Fatayat adalah menjadi lembaga yang mandiri dan berpengaruh, tidak hanya di tingkat lokal Taiwan, tetapi juga memberikan dampak pada skala internasional melalui kualitas sumber daya manusianya yang unggul.
Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Fatayat NU
Tugas pokok Fatayat di Taiwan dijalankan berdasarkan Peraturan Rumah Tangga yang telah disesuaikan dengan konteks Pengurus Cabang Istimewa. Secara manajerial, pimpinan di setiap tingkatan berkewajiban membina dan mengoordinasikan anggota dalam wilayah kerjanya masing-masing.
| Tingkatan Organisasi | Tugas Pokok dan Fungsi Utama |
| Pimpinan Cabang (PCI) | Mengangkat dan mengesahkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting, serta memberikan laporan kegiatan berkala setiap 6 bulan kepada Pimpinan Pusat. |
| Pimpinan Anak Cabang (PAC) | Membina dan mengoordinasikan ranting-ranting di wilayahnya, melaksanakan keputusan konferensi, dan memberikan laporan pertanggungjawaban. |
| Pimpinan Ranting | Mengusahakan tercapainya program organisasi di tingkat akar rumput dan membina hubungan langsung dengan anggota di wilayah spesifik. |
| Bidang-Bidang Khusus | Mengelola program spesifik mulai dari dakwah, kesehatan, ekonomi, hingga advokasi hukum dan politik. |
Fungsi Fatayat juga mencakup pengawasan terhadap kejadian luar biasa di wilayah kerja masing-masing yang harus dilaporkan secara tertulis kepada pimpinan yang lebih tinggi. Hal ini menjamin adanya sistem deteksi dini terhadap permasalahan yang mungkin dihadapi oleh anggota di lapangan.
Dinamika Program Kerja dan Kegiatan Unggulan
Program kerja Fatayat NU Taiwan dirancang untuk mencakup aspek lahiriah melalui pemberdayaan ekonomi dan kesehatan, serta aspek batiniah melalui penguatan ideologi Aswaja.
- Kegiatan yang Sudah dan Sedang Berjalan
- Penguatan Dakwah dan Literasi Aswaja: Mengadakan kajian rutin kitab kuning dua kali sebulan, istighosah, dan pembacaan sholawat satu bulan sekali untuk menjaga spiritualitas pekerja migran. Selain itu, Fatayat secara rutin mengoptimalkan kajian Aswaja An-Nahdliyah untuk membentengi anggota dari paham ekstremisme.
- Gerakan Kesehatan Perempuan: Mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi, termasuk layanan Pap Smear, serta kampanye pencegahan stunting dan pemenuhan gizi keluarga. Kegiatan ini sering kali dibarengi dengan senam Fatayat seminggu sekali untuk menjaga kebugaran fisik anggota yang memiliki beban kerja berat.
- GELATIK (Gerakan Perlindungan Anak dari Kekerasan): Sosialisasi dan aksi nyata perlindungan anak serta kegiatan gotong royong membersihkan tempat ibadah lintas agama.
- Inisiatif Ekonomi Mandiri (Khodijah Preneur): Program pembekalan ilmu wirausaha dan praktik usaha mandiri bagi anggota untuk mempersiapkan mereka saat kembali ke Indonesia. Fatayat juga mengelola pengadaan seragam organisasi dan swadaya masyarakat sebagai bentuk penggalian dana mandiri.
- Konsolidasi Ranting dan Pelantikan: Prosesi pelantikan berkala di ranting-ranting seperti Changhua dan Taichung pada awal tahun 2026 menunjukkan keberlanjutan regenerasi organisasi.
- Rencana Kegiatan ke Depan
- Transformasi Digital dan Ekonomi Kreatif: Memanfaatkan media sosial untuk pemasaran jasa dan produk UMKM milik anggota (endorsement marketing) serta pembuatan kanal YouTube organisasi untuk sumber pendapatan. Rencana ini juga mencakup pelatihan pembuatan website sebagai sarana literasi digital bagi pengurus.
- Layanan Pendidikan dan Keterampilan: Mengadakan pelatihan berbayar untuk kompetensi bahasa Inggris (TOEFL) dan bahasa Arab (TOAFL), serta pengembangan Kelompok Bermain (Kober) bagi keluarga anggota.
- Advokasi Hukum dan Perlindungan Perempuan: Memperkuat jejaring dengan instansi yang konsen pada isu hak asasi manusia untuk memberikan pendampingan hukum yang lebih kuat bagi perempuan korban kekerasan (KDRT).
