Zhongli, Taiwan – Suasana kekeluargaan menyelimuti fajar pertama di Mushola Al-Amin Zhongli, Taiwan. Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berkumpul dalam kesederhanaan untuk melaksanakan sahur perdana Ramadhan 1447 H pada Kamis (19/2/2026). Meskipun jumlah peserta tahun ini mencapai sekitar 25 orang, yang mengalami penurunan dari tahun lalu yang bisa mencapai 50 orang, hangatnya persaudaraan antar-perantau tetap terasa begitu kental.

Sahur perdana kali ini terasa sangat istimewa berkat dukungan penuh dari sosok yang dihormati jamaah, yakni Ibu Lusi. Beliau bukan hanya pemilik warung makan Indonesia ternama di wilayah tersebut, tetapi juga berperan sebagai Penasehat Mushola Al-Amin Zhongli.
Ketua Takmir Mushola Al-Amin, Fadli Hermawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian Ibu Lusi yang telah menyiapkan hidangan sahur bagi para pejuang devisa.
“Alhamdulillah, sahur pertama ini kami mendapatkan menu dari ‘ibunya’ Mushola Al-Amin yang sangat kami cintai dan hormati, yaitu Ibu Lusi. Beliau adalah sosok penasehat bagi kami semua di sini,” ungkap Fadli dengan penuh rasa syukur.

Di atas gelaran alas plastik sederhana, para pemuda dan jamaah menikmati hidangan yang membangkitkan memori kampung halaman. Menu sahur pagi itu terdiri dari sayur lodeh tahu tempe dan telur dadar hasil kolaborasi antara tim takmir dan para ibu jamaah yang sengaja menginap di mushola untuk membantu persiapan.
“Menu sahur hari ini adalah sayur lodeh tahu tempe dan telur dadar. Bagi kami, ini sangat spesial karena rasa dan aromanya sangat mengingatkan akan masakan ibu di kampung halaman,” tambah Fadli. Baginya, hidangan sederhana ini menjadi kekuatan moral bagi para PMI untuk memulai puasa hari pertama di tengah rutinitas kerja yang padat di Taiwan.
Keberadaan Mushola Al-Amin Zhongli memang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan dan rumah kedua bagi diaspora Indonesia. Menutup keterangannya, Fadli mengajak rekan-rekan PMI lainnya yang berada di wilayah Taoyuan, Zhongli, dan sekitarnya untuk tidak ragu bergabung.
“Mari bagi teman-teman yang ada di Taiwan, khususnya wilayah Taoyuan dan Zhongli, untuk ikut bergabung buka bersama maupun sahur bareng teman-teman di Mushola Al-Amin,” ajaknya.
Melalui kegiatan ini, Mushola Al-Amin membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer dari tanah air bukan penghalang untuk merayakan tradisi Ramadhan dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
