Chiayi, Taiwan – Suasana khidmat menyelimuti Mushola PCINU Taiwan Ranting Chiayi pada Sabtu (21/02). Sekitar 100 jamaah yang terdiri dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sekitar kantor sekretariat hingga kalangan mualaf berkumpul untuk melaksanakan rangkaian ibadah Buka Puasa Bersama dan Shalat Tarawih berjamaah.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.15 hingga 21.00 waktu setempat ini berjalan sangat kondusif dan tenang. Rangkaian acara dimulai dengan kultum menjelang berbuka, shalat Maghrib berjamaah, hingga puncaknya adalah shalat Tarawih yang diikuti dengan tausiah mendalam oleh Ustadz Adi Prayitno (Ketua LBMNU Taiwan).

Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan Ranting Chiayi, Ari Samsudin, menjelaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari untuk menyambut jamaah. Hal ini mencakup penyediaan hidangan berbuka, kesiapan peralatan media, hingga fasilitas ibadah yang memadai.
“Selama bulan Ramadhan, kami rutin melaksanakan shalat Tarawih. Khusus di akhir pekan, kami menyelenggarakan buka bersama yang diisi oleh ustadz-ustadz yang telah dijadwalkan secara bergilir,” terang Ari Samsudin.

Beliau juga menyampaikan pesan spiritual penting bagi warga Indonesia di Chiayi. “Fokus utama kita adalah meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci ini dan mempererat silaturahmi antar-forum serta organisasi melalui berbagai kegiatan kolaboratif,” tambahnya.

Bagi para pekerja migran, keberadaan Mushola PCINU Chiayi bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pengobat rindu. Lalu Rahmatullah, salah satu jamaah yang hadir, mengungkapkan bahwa kegiatan tausiah dan buka bersama ini memberikan kenyamanan batin di tengah jarak yang jauh dari keluarga.
“Jujur, kegiatan seperti ini membuat hati sangat nyaman walau jauh dari keluarga. Kita merasa seperti berada di kampung halaman sendiri,” ungkap Lalu.

Terkait pilihannya untuk hadir ke mushola di tengah padatnya jadwal kerja, Lalu menegaskan pentingnya mengejar keutamaan berjamaah sesuai anjuran agama. Ia juga membagikan tips bagi rekan sesama PMI dalam mengatur waktu. “Yang utama adalah keinginan kuat untuk beribadah. Saat waktunya kerja, silakan bekerja, namun saat ada waktu senggang, mari kita maksimalkan untuk beribadah,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar agar seluruh PMI Muslim di Taiwan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan organisasi Islam. Sinergi ini diharapkan dapat membawa organisasi-organisasi Islam di Taiwan, khususnya di bawah bendera NU, menjadi semakin jaya dan memberikan manfaat luas bagi umat.
