PCINU Taiwan Gelar Turba ke Hualien: Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Semangat Berkhidmah di Rantau

Bagikan ke

Hualien, Taiwan – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan sukses melaksanakan agenda Turun ke Bawah (Turba) ke Ranting Hualien pada Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 waktu setempat ini menjadi momentum krusial untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan visi organisasi di wilayah timur Taiwan.

Rombongan dipimpin langsung oleh Rais Syuriah, Kiai Moch. Al Imron, didampingi Ketua Tanfidziyah Muhammad Ghofur dan Wakil Ketua Tanfidziyah Nur Kholiq. Kehadiran jajaran teras PCINU ini disambut hangat oleh pengurus ranting dan jamaah dalam suasana kekeluargaan.

Dalam sesi dialog, Wakil Ketua Tanfidziyah Nur Kholiq memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan jamaah di Hualien. Meski secara geografis jauh dari pusat kota, semangat menghidupkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah tetap terjaga kuat.

“Kami berkomitmen memperkuat program Dai Go Global selama Ramadhan sebagai sarana dakwah dan pendampingan spiritual bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di seluruh pelosok Taiwan,” ujar Nur Kholiq.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah, buka puasa bersama, serta shalat Isya dan Tarawih. Malam harinya, forum konsolidasi digelar untuk menajamkan program kerja dan menyatukan ritme gerakan organisasi.

Rais Syuriah, Kiai Moch. Al Imron, dalam mauidhoh hasanahnya memberikan pesan menyentuh bagi para pekerja migran. Beliau menekankan pentingnya memaksimalkan usia dengan ibadah, mengingat waktu adalah anugerah Allah yang misterius batasnya.

Beliau merangkum lima kunci keberkahan hidup bagi nahdliyin di perantauan:

  1. Amaliyah: Mengamalkan ilmu agar bermanfaat bagi sesama.
  2. Kedermawanan: Menginfakkan harta dengan niat bekal akhirat.
  3. Niat: Meniatkan setiap tetes keringat bekerja sebagai bagian dari ibadah.
  4. Keseimbangan: Menjaga harmoni antara tuntutan profesi dan kewajiban religi.
  5. Spiritualitas: Memakmurkan masjid dan menautkan hati pada rumah Allah.

Ketua Tanfidziyah, Muhammad Ghofur, menyoroti pentingnya dampak nyata organisasi melalui pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS). Beliau mendorong penguatan LAZISNU Taiwan agar dikelola secara profesional, tertib administrasi, dan sesuai kaidah fikih.

“Kami ingin manfaat ZIS benar-benar dirasakan umat. Di sisi lain, saya berpesan kepada seluruh rekan-rekan untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, terutama bagi operator mesin di pabrik. Bekerjalah dengan hati-hati, sabar, dan penuh amanah,” pungkasnya.

Kunjungan Turba ini diharapkan menjadi titik balik penguatan ukhuwah dan kemandirian Ranting Hualien, sehingga mampu menjadi oase spiritual bagi masyarakat Indonesia di Bumi Timur Taiwan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *