PCINU Taiwan Ranting Pingtung laksanakan kajian santai di taman depan stasiun Pingtung

Bagikan ke

Pingtung, Taiwan – Suasana taman depan Stasiun Pingtung pada Minggu (01/03) malam terasa berbeda dari biasanya. Di tengah lalu lalang warga dan cahaya lampu kota, puluhan warga muslim berkumpul mengikuti kajian kitab dalam rangka Safari Ramadhan yang difasilitasi oleh Ustad Muhammad Taqiyuddin dai utusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kegiatan ini diinisiasi bersama PCINU Taiwan Ranting Pingtung sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan bagi diaspora Indonesia di wilayah tersebut.

Kajian malam itu menggunakan kitab Safinatun Naja, sebuah kitab dasar fikih yang umum dipelajari di kalangan pesantren. Sebanyak 40 lebih peserta mengikuti kegiatan ini, yang terbagi antara kehadiran langsung di lokasi dan peserta yang bergabung secara daring. Meski sederhana, suasana pengajian berlangsung khidmat namun tetap hangat dan akrab.

Sebagai pemateri, Ustaz Mohammad Taqiyuddin selaku dai Safari Ramadhan membahas fikih dasar yang sering menjadi pertanyaan di kalangan muslim Indonesia di Taiwan. Salah satu topik yang cukup menyita perhatian adalah persoalan bersuci dari najis, khususnya najis babi dan anjing. Tema ini dinilai sangat relevan mengingat Taiwan memiliki lingkungan sosial yang berbeda dengan Indonesia, di mana produk berbahan babi cukup umum dijumpai.

Dalam pemaparannya, Ustaz Taqiyuddin menjelaskan secara rinci tata cara bersuci sesuai tuntunan fikih, termasuk bagaimana menyikapi kondisi darurat dan perbedaan mazhab dalam praktik sehari-hari. Ia juga membuka ruang diskusi sehingga peserta dapat menyampaikan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

“Banyak di antara kita yang bekerja atau kuliah di lingkungan yang tidak sepenuhnya muslim. Karena itu, penting memahami dasar fikih agar tidak mudah bingung atau salah paham,” ujarnya di sela kajian.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan magister dan doktoral di National Pingtung University (NPTU) dan National Pingtung University of Science and Technology (NPUST) turut hadir dan aktif berdiskusi. Selain mahasiswa, sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) juga mengikuti kajian dengan penuh perhatian.

Bagi mereka, pengajian seperti ini bukan hanya soal menambah ilmu, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan saling menguatkan. Hidup sebagai minoritas muslim di negeri orang seringkali menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, pertemuan ini terasa sangat berarti.

“Harapan saya kegiatan ngaji ini dapat menjadikan kegiatan ibadah kita bisa menjadi lebih baik utamanya dalam bersuci dari najis khususnya pada najis babi dan anjing karena hidup dan bekerja di Taiwan membuat kami sering was-was dalam beribadah” ujar Pak Makmuri selaku ketua PCINU Taiwan Ranting Pingtung.

Kajian ditutup dengan doa bersama di taman. Meski digelar di ruang terbuka, kegiatan berjalan lancar dan tertib. Malam itu, taman depan Stasiun Pingtung menjadi saksi kebersamaan warga muslim Indonesia yang berusaha menjaga semangat belajar agama di tengah perantauan.

Melalui Safari Ramadhan ini, PBNU dan PCINU Taiwan menunjukkan komitmen mereka dalam mendampingi diaspora Indonesia agar tetap terhubung dengan nilai-nilai keislaman yang moderat, sekaligus mampu menjawab tantangan kehidupan di luar negeri dengan bijak dan penuh ketenangan.

Oleh: Jakfar Shodiq (International Master Student at STEM Education NPTU Taiwan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *