Perayaan Festival Hari Raya Idul Fitri di Taipei Bersama Wali Kota Taipei

Bagikan ke

Taipei, Taiwan — Ribuan orang memadati Daan Forest Park, Taipei, pada Minggu dalam perayaan Idulfitri yang menandai berakhirnya bulan Ramadan. Acara tahunan tersebut menghadirkan beragam kegiatan, pertunjukan, serta kuliner halal yang menarik minat masyarakat dari berbagai latar belakang (22/3/26).

Pihak Departemen Informasi dan Pariwisata Taipei, selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung tahun ini masih dalam tahap pendataan. Meski demikian, jumlah kehadiran diperkirakan melampaui 30.000 orang, lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya yang masing-masing mencatat sekitar 30.000 pengunjung. Cuaca yang cerah disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya antusiasme masyarakat.

Kegiatan tahunan ini diisi dengan berbagai penampilan seni, lokakarya, serta bazar halal yang menghadirkan sekitar 40 stan. Stan-stan tersebut menawarkan aneka makanan, produk bertema Muslim, hingga informasi layanan publik bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaan acara, jajaran BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) turut ambil bagian dalam membantu pengamanan dan menertibkan jalannya kegiatan. Kehadiran BANSER menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran acara sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Selain itu, acara ini juga turut mengundang Feby Putri, salah satu penyanyi ternama asal Indonesia. Kehadiran Feby Putri menambah semarak suasana perayaan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang hadir.

Salah satu pengunjung, Yoni, seorang pekerja migran asal Indonesia yang bekerja sebagai perawat lansia, hadir bersama seorang lansia yang telah dirawatnya selama tujuh tahun terakhir. Ia mengaku senang dapat kembali menghadiri acara tersebut dan merasa bersyukur karena pemerintah kota Taipei selama ini konsisten menghadirkan ruang perayaan bagi komunitas Muslim. Ia juga menilai kehidupan sebagai Muslim di Taiwan tidak terlalu sulit, termasuk karena majikannya menghormati keinginannya untuk tetap berpuasa selama Ramadan.

Pandangan serupa disampaikan oleh Ahmed Salahelden, mahasiswa doktoral asal Mesir di National Taiwan University. Ia mengatakan bahwa sebelum datang ke Taiwan, dirinya belum banyak mengetahui bahwa Taiwan cukup ramah bagi Muslim. Namun, setelah tinggal di Taiwan selama lima tahun, ia merasakan bahwa umat Islam dapat menjalankan tradisi dan ibadah mereka dengan baik tanpa mengalami hambatan berarti. Selama tinggal di Taiwan, ia juga mengaku tidak mengalami diskriminasi karena keyakinan agamanya.

Meski demikian, Ahmed menilai masih ada hal yang perlu ditingkatkan, terutama terkait ketersediaan ruang salat. Menurutnya, meskipun sejumlah kampus dan stasiun MRT besar telah menyediakan fasilitas tersebut, kebutuhan akan ruang salat di lebih banyak tempat masih tetap tinggi.

Sementara itu, seorang peserta asal Taiwan, Esther Liao, menilai bahwa masyarakat Taiwan kini semakin menunjukkan sikap hormat terhadap Muslim, meskipun masih ada jarak sosial tertentu dalam interaksi sehari-hari. Menurutnya, kondisi tersebut sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya, ketika pemahaman dan keterbukaan terhadap komunitas Muslim belum sekuat sekarang.

Dalam upacara pembukaan, Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, menyatakan bahwa perayaan Idulfitri ini mencerminkan jati diri Taipei sebagai kota yang beragam, inklusif, dan ramah. Ia menegaskan bahwa perbedaan etnis, budaya, dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk hidup bersama sebagai satu keluarga besar.

Perayaan Idulfitri di Taipei telah rutin digelar setiap tahun di Daan Forest Park sejak 2018. Tahun ini, kegiatan berlangsung dari pukul 11.00 hingga 17.00, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Ketua Taipei Grand Mosque, Yaser Cheng, saat ini terdapat sekitar 300.000 Muslim dari lebih dari 40 negara yang tinggal di Taiwan. Sebagian besar dari mereka merupakan pekerja migran asal Indonesia. Kehadiran ribuan pengunjung dalam perayaan Idulfitri di Taipei kembali menunjukkan besarnya peran komunitas Muslim dalam kehidupan sosial dan budaya di Taiwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *