Pingtung, Taiwan. PCINU Taiwan Ranting Pingtung sukses melaksanakan kegiatan kaderisasi semi formal bertajuk Madrasah Penggerak NU Pingtung pada tanggal 15-16 Februari, bertempat di Kantor Sekretariat PCINU Ranting Pingtung, Pingtung. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk memastikan kualitas kader di wilayah konstituen PCINU Ranting Pingtung agar memiliki pemahaman yang utuh terhadap arah gerakan dakwah Nahdlatul Ulama di Taiwan, khususnya di Pingtung dan sekitarnya.

Madrasah Penggerak NU Pingtung dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus konsolidasi ideologis bagi kader dan penggerak komunitas. Melalui pendekatan semi formal, kegiatan ini menekankan pada penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, kepemimpinan kolektif, serta sensitivitas sosial dalam konteks diaspora Indonesia di Taiwan. Selama dua hari satu malam, peserta mengikuti rangkaian materi, diskusi kelompok, refleksi gerakan, dan perumusan rencana tindak lanjut kaderisasi di tingkat ranting.

Kegiatan ini mendapat kehormatan dengan kehadiran secara daring Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistyo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas inisiatif kaderisasi yang digagas PCINU Ranting Pingtung. Beliau menuturkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia komunitas Indonesia di Pingtung merupakan fondasi penting bagi terciptanya persatuan dan kedamaian di kalangan WNI. “Saya turut bangga dan senang dengan inisiatif ini. Kegiatan seperti ini tentu memperkuat kualitas SDM yang ada di Pingtung dan pada akhirnya berdampak pada persatuan dan perdamaian para WNI di Pingtung dan sekitarnya,” ujar beliau di hadapan peserta dan panitia.

Madrasah Penggerak NU Pingtung menghadirkan tujuh pemateri yang merupakan alumnus pelajar doktoral (PhD) di Taiwan. Para pemateri tersebut dikenal sebagai aktivis dan penggerak Nahdlatul Ulama di Taiwan selama masa studi mereka. Pengalaman akademik dan organisatoris yang mereka miliki memberikan perspektif yang kaya tentang dinamika gerakan Islam moderat di lingkungan diaspora, tantangan kaderisasi di luar negeri, serta strategi penguatan komunitas berbasis nilai ke-NU-an. Materi yang disampaikan mencakup sejarah dan manhaj NU, strategi dakwah diaspora, kepemimpinan komunitas migran, hingga pengelolaan organisasi berbasis nilai kebersamaan.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga penutupan. Diskusi berlangsung hangat dan reflektif, menunjukkan kebutuhan nyata akan ruang kaderisasi yang berkelanjutan di tingkat ranting. Peserta juga diajak merumuskan komitmen pribadi dan kolektif untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam aktivitas keseharian dan kerja-kerja organisasi di lingkungan masing-masing. Momentum kebersamaan selama bermalam di sekretariat turut mempererat hubungan emosional antarkader, membangun rasa memiliki terhadap organisasi, dan memperkuat solidaritas komunitas.

Secara keseluruhan, kegiatan Madrasah Penggerak NU Pingtung berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. PCINU Ranting Pingtung menilai kegiatan ini sebagai langkah awal yang penting dalam membangun sistem kaderisasi berjenjang di wilayah Pingtung. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menjadi program rutin dengan cakupan materi yang lebih mendalam serta jangkauan peserta yang lebih luas, sehingga kualitas kader NU di Taiwan, khususnya di Pingtung, semakin terjaga dan berkembang.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, PCINU Ranting Pingtung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan dakwah yang moderat, inklusif, dan relevan bagi kebutuhan WNI di Taiwan. Madrasah Penggerak NU Pingtung diharapkan menjadi tonggak penguatan kaderisasi yang berkelanjutan serta kontribusi nyata bagi persatuan dan harmoni masyarakat Indonesia di perantauan.
Jakfar Shodiq (Master Student at NPTU, vice president of ISNU Taiwan, LAKPESDAM PCINU Taiwan)
