Daxi, Taiwan – Dalam rangka memperkuat silaturrahmi, koordinasi, dan konsolidasi organisasi, PCINU Taiwan melaksanakan Turun ke Bawah (Turba) ke PCINU Taiwan Ranting Daxi pada Kamis (19/2/2026).
Kegiatan diawali dengan sholat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Setelah itu, jamaah melaksanakan sholat Isya dan Tarawih berjamaah sebagai rangkaian ibadah Ramadhan.

Memasuki sesi forum bersama, acara dipimpin oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan, Bapak Nur Kholiq. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus serta jamaah NU di Daxi yang telah istiqamah menghidupkan kegiatan ke-NU-an di perantauan.

Beliau juga memaparkan sejumlah agenda PCINU Taiwan, baik program Ramadhan, persiapan Idul Fitri, maupun rencana pelaksanaan PDPKP NU sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan konsolidasi organisasi. Ia menekankan pentingnya berkhidmah di NU dengan niat yang lurus dan berpegang teguh pada nilai-nilai yang telah ditanamkan para masyayikh NU.
“Berkhidmah di NU bukan sekadar menjalankan organisasi, tetapi melanjutkan perjuangan ulama dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Rois Syuriah PCINU Taiwan, Kyai Moch. Ali Imron. Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan, di mana pahala kebaikan dilipatgandakan dan terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan jamaah NU di Daxi atas peran aktif mereka dalam menjaga dan mengembangkan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di Taiwan. Ditekankan bahwa ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang diamalkan NU memiliki sanad keilmuan yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah SAW.

“Kita harus terus menghidupkan amaliah NU yang bersumber dari ulama Ahlussunnah wal Jamaah yang sanad dan keilmuannya teruji. Inilah identitas dan kekuatan kita,” pesan beliau.

Turba ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah, memperkuat soliditas organisasi, serta memastikan seluruh program berjalan sinergis hingga tingkat ranting. Diharapkan, semangat kebersamaan dan khidmah yang tumbuh di Daxi dapat menjadi teladan bagi ranting-ranting lainnya di Taiwan dalam menghidupkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di perantauan.
