Satu Takjil, Seribu Senyuman: Fatayat NU Kaohsiung Tebar Keberkahan di Jantung Kota

Bagikan ke

Kaohsiung, 22 Februari 2026 — Semangat ukhuwah dan kepedulian sosial terpancar di kawasan Kaohsiung Main Station hari ini. Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Kaohsiung menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Satu Takjil, Seribu Senyuman” dengan membagikan paket berbuka puasa kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menyasar para pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar, hingga warga lokal dan tunawisma yang melintasi pusat transportasi utama di Kota Kaohsiung tersebut. Sebanyak 150 paket takjil ludes dibagikan dalam suasana penuh kehangatan menjelang waktu berbuka.

Kehadiran Sahabat-Sahabat Fatayat NU di titik mobilitas tertinggi Kota Kaohsiung ini memberikan warna tersendiri. Bagi para pekerja migran, paket takjil ini lebih dari sekadar makanan pembuka; ia adalah pengobat rindu akan suasana Ramadhan di tanah air.

Ketua PR Fatayat NU Kaohsiung, Sahabat Seny Al-Bukhorie, dalam pesannya menekankan bahwa Fatayat NU hadir sebagai wadah yang inklusif. “Fatayat NU bukan hanya ruang penguatan spiritual, tetapi juga rumah kebersamaan bagi para perempuan Indonesia di perantauan. Di dalamnya ada semangat kekeluargaan yang saling menguatkan dan nilai kebangsaan yang terus kami jaga meski berada jauh dari tanah air,” ungkap Seny.

Suasana hangat menyelimuti interaksi antara relawan dan penerima takjil. Antusiasme masyarakat lokal Taiwan yang menyaksikan aksi ini juga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan bersifat universal, melampaui sekat agama dan bangsa.

“Bagi kami, berbagi takjil bukan hanya tentang makanan pembuka puasa, tetapi tentang membuka pintu hati, menghadirkan rasa memiliki, dan menguatkan persaudaraan. Di perantauan, kita adalah keluarga,” lanjut Seny dengan penuh haru.

Menutup kegiatan tersebut, sebuah pesan mendalam ditinggalkan sebagai refleksi bagi seluruh anggota: Kebaikan yang ditanam dengan keikhlasan akan tumbuh menjadi keberkahan. Karena sejatinya, tangan yang memberi adalah tangan yang sedang menguatkan—bukan hanya orang lain, tetapi juga dirinya sendiri.”

Dengan terlaksananya program ini, PR Fatayat NU Kaohsiung berharap dapat terus istiqamah dalam menjalankan program-program sosial yang berdampak luas bagi kemanusiaan, sekaligus memperkokoh peran perempuan Indonesia sebagai duta bangsa di luar negeri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *