Bagikan ke

Sejarah dan Legalitas PCINU Taiwan

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan resmi didirikan oleh para pelajar dan pekerja Indonesia pada 5 Oktober 2008. Dalam usianya yang satu dasawarsa, PCINU Taiwan memperoleh legalitas resmi dari pemerintah Taiwan. Sertifikat pengakuan itu diterbitkan oleh Kantor Kesejahteraan Sosial Kota Taipei pada 13 Mei 2018, menjadikan PCINU Taiwan satu-satunya ormas Indonesia berstatus resmi di Taiwan. Legalitas ini juga mendorong kemudahan administrasi dan transaksi keuangan PCINU setempat.

Pendiri dan Tokoh Penggerak Awal

Beberapa tokoh kunci berperan dalam pendirian dan penggerakan awal PCINU Taiwan. Di antaranya adalah M. Nabil Haroen (sering disebut Gus Nabil), yang tercatat sebagai Mustasyar (dewan penasihat) PCINU Taiwan dan dikenal sebagai salah satu pendiri. Tokoh lainnya adalah Agus Susanto, Rais Syuriyah PCINU Taiwan saat legalisasi, yang memimpin organisasi dalam berbagai kegiatan keagamaan. Selain itu, Arif Yudi pernah menjabat Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan dan menerima sertifikat legalisasi pada 2018. Pengurus PCINU Taiwan masa khidmah 2024–2026 diketuai oleh Rais Syuriyah Kyai Mochammad Ali Imron dan Ketua Tanfidziyah Muhammad Ghofur. Sekretaris Umum PCINU Taiwan dijabat oleh Ahmad Nur Riza. Selain itu PCINU Taiwan membawahi 14 ranting,14 badan otonom dan lembaga, serta lebih dari 40 mushola binaan. Para tokoh tersebut bersama aktivis NU muda dari kalangan mahasiswa dan PMI (Pekerja Migran Indonesia) berperan penting menghidupkan organisasi ini di Taiwan.

Ranting PCINU Taiwan

Hingga kini PCINU Taiwan telah membentuk ranting (cabang NU) di berbagai wilayah di Taiwan. Saat ini terdapat 14 ranting PCINU Taiwan, antara lain di: Hsinchu, Taichung, Kaohsiung, Hualien, Changhua, Chiayi, Keelung, Guanyin, Taoyuan, Yilan, Daxi, Donggang, Pingtung, dan Penghu. Setiap ranting ini bertanggung jawab menyelenggarakan pengajian rutin, bimbingan keagamaan, dan kegiatan sosial di wilayahnya masing-masing. Keberadaan ranting-ranting ini memastikan jangkauan dakwah dan layanan komunitas sampai ke pelosok Taiwan yang banyak dihuni WNI.

Program Unggulan dan Capaian Strategis

PCINU Taiwan menjalankan beragam program unggulan untuk warga NU dan WNI di Taiwan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Program Kesehatan dan Kemanusiaan (LAZISNU): Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZISNU) PCINU Taiwan aktif menolong PMI yang sakit atau meninggal. Ketua LAZISNU PCINU Taiwan, Nur Kholiq, menyebut fokus utamanya membantu PMI sakit dan jenazah PMI (rata-rata 5–10 jenazah per bulan). Berkat pelaporan dan penggalangan dana yang disiplin, LAZISNU Taiwan meraih penghargaan “Laporan Terbaik 2023–2024” tingkat nasional dan berhasil menghimpun dana sekitar Rp600 juta pada periode 2023–2024.
  • Pelayanan Zakat Ramadhan: Selama Ramadhan, LAZISNU PCINU membuka 13 posko zakat fitrah di berbagai kota Taiwan – seperti Taichung, Kaohsiung, Taoyuan, dan lain-lain – agar pekerja migran bisa menunaikan zakat dengan mudah[10]. Inovasi layanan online juga disiapkan untuk memudahkan muzakki. Hasilnya, pada Ramadhan sebelumnya terkumpul zakat fitrah dari 4.483 muzakki dan disalurkan kepada 4.397 mustahik (penerima).
  • Bimbingan Mualaf: Melalui Lembaga Dakwah (LDNU), PCINU Taiwan secara konsisten membimbing warga lokal menjadi mualaf. Dalam kurun Maret 2022–Agustus 2023 tercatat 150 orang Taiwan memeluk Islam dengan bimbingan PCINU. Pendekatan mereka “membersamai, bukan menghukumi,” mengutamakan pendampingan pasca-syahadat agar mualaf ini terus berintegrasi sebagai umat Islam ahlussunnah yang moderat. Setiap mualaf selanjutnya diberi pembinaan agama komprehensif, mulai dasar akidah hingga praktik ibadah, oleh para pengurus dan ustadz NU setempat.
  • Dakwah dan Pendidikan Moderat: PCINU Taiwan rutin menggelar kegiatan dakwah dan pendidikan NU. Setiap minggu di Taipei diadakan pengajian dan penerimaan pendaftar syahadat bagi penduduk lokal. Selain itu, tabligh akbar digelar dua kali sebulan dengan penceramah dari Indonesia, disertai pelantunan shalawat Nabi untuk memperkuat keimanan warga NU. Pengurus PCINU juga meluncurkan aplikasi “Taiwan Halal” untuk memudahkan Muslim mencari makanan dan produk halal di Taiwan. Visi kepemimpinan terbaru, disampaikan Ketua PCINU Taiwan Muhammad Ghofur, adalah mengembangkan dakwah Islam yang berkarakter NU moderat, menjadi duta budaya Indonesia, dan melayani “dakwah internal” bagi diaspora serta “dakwah eksternal” bagi warga Taiwan dan asing.
  • Pengembangan Pendidikan dan Kaderisasi: PCINU menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia. Misalnya, pada Oktober 2023 diadakan seminar manajemen keuangan bersama Universitas Jember (diikuti juga oleh PMI Warga NU Taiwan). Seminar ini menekankan pengelolaan keuangan yang transparan agar penghasilan di Taiwan dapat lebih bermanfaat bagi keluarga di Indonesia. Program beasiswa atau afirmasi pendidikan bagi anak PMI juga direncanakan dalam kerja sama kampus-kampus NU (Unusa, Unuja, dll.)
  • Pembangunan NU Islamic Center: Ahad, 12 November 2023, PCINU Taiwan meluncurkan program Pembangunan Gedung NU Islamic Center. Bangunan ini nantinya akan mencakup masjid, pondok pesantren, dan ruang belajar Islam untuk PMI dan masyarakat Muslim Taiwan. Hingga November 2023, dana awal telah terkumpul sekitar 504.845 NTD (sekitar Rp250 juta) dari target awal 20 juta NTD. Pendirian Islamic Center ini diharapkan mempermudah akses pendidikan agama berkualitas dan memperkuat persaudaraan umat Islam di Taiwan.
  • Penanganan PMI dan Jenazah WNI: PCINU Taiwan juga berperan strategis membantu PMI di bidang kesehatan dan kematian. Sepanjang 2025, PCINU bekerja sama dengan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei untuk memulasarakan dan menshalatkan 130 jenazah WNI/PMI yang dipulangkan ke Indonesia. Upaya ini dilakukan secara khidmat tanpa membeda-bedakan status korban (PMI resmi maupun overstay). Menurut Ketua PCINU, angka ini menggambarkan risiko tinggi yang dialami PMI Formosa dan menekankan pentingnya perlindungan serta pendidikan kesehatan bagi para pekerja migran.

Peran dalam Komunitas WNI di Taiwan

PCINU Taiwan berperan sebagai wadah pemersatu dan pemberdayaan masyarakat Indonesia, khususnya warga NU, di Taiwan. PCINU Taiwan hadir dan aktif memberikan bimbingan keagamaan, pendidikan, dan moderasi Islam. Selain program di atas, PCINU Taiwan memfasilitasi pendidikan Quran dan pengajian anak (TPQ Al-Mustaqimiyah di Taipei), serta membangun jejaring dengan institusi Indonesia dan komunitas lintas agama. Kiprah PCINU Taiwan yang moderat dan inklusif – seperti melibatkan Banser bersih-bersih pascabanjir – mendapat apresiasi berbagai pihak. Kepala KDEI Taipei mengakui peran aktif para da’i PCINU dalam membimbing umat Islam Indonesia di Taiwan. Dengan populasi WNI sekitar 300–400 ribu (70% Muslim), kegiatan PCINU di bidang dakwah moderat, pembinaan mualaf, serta aksi sosial seperti pemakaman jenazah dan pelatihan kerja telah menjadi penopang penting kesejahteraan dan keimanan diaspora Indonesia.

PCINU Taiwan terus berupaya memperkuat pendidikan dan penguatan sumber daya manusia warga NU di Taiwan, sambil memperkokoh ukhuwah dan toleransi antarumat beragama. PCINU Taiwan tidak hanya menjadi pionir dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah ala Nahdlatul Ulama, tetapi juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan NU di luar negeri untuk membina warga negara Indonesia yang merantau. Dengan keberagaman program dan kegiatan sosial keagamaan, PCINU Taiwan telah menjadi contoh organisasi keagamaan diaspora yang proaktif dan mendukung moderasi Islam.