Pingtung, Taiwan – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan kembali memperkuat simpul organisasi melalui agenda Turun ke Bawah (Turba) di wilayah Pingtung, Sabtu (28/02). Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam melakukan akselerasi penguatan struktur, kaderisasi, serta sinkronisasi program kerja di tingkat ranting.

Hadir dalam agenda strategis ini, Wakil Rois Syuriyah PCINU Taiwan, Abah Sarkum, dan Ketua Tanfidziyah, Muhammad Ghofur. Kehadiran jajaran pimpinan cabang ini disambut hangat oleh jajaran pengurus Ranting Pingtung serta para jamaah diaspora Indonesia. Turut memperkuat barisan, Ustadz Taqiyudin dari Dai World Wide Safari Ramadhan LDNU, yang memberikan pencerahan spiritual di tengah antusiasme kader.
Rangkaian acara dibuka dengan Sholat Ashar berjamaah, simbolisasi bahwa setiap langkah pergerakan organisasi harus berlandaskan spiritualitas yang kokoh. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terfokus (Focus Group Discussion) mengenai peta jalan kaderisasi di Pingtung.

Ada lima poin strategis yang menjadi fokus utama dalam konsolidasi ini:
- Kaderisasi Berjenjang: Memastikan pembinaan kader dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
- Ideologi Aswaja: Menjadikan Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah sebagai fondasi gerakan yang tidak tergoyahkan.
- Aktivasi Kader Muda: Menggerakkan potensi jamaah muda agar lebih berperan aktif dalam ruang sosial dan keagamaan.
- Ujung Tombak Pelayanan: Mengoptimalkan peran Ranting sebagai garda terdepan dalam melayani kebutuhan umat di tingkat lokal.
- Sinergi Program: Menyelaraskan program kerja Cabang dan Ranting agar lebih terukur dan berdampak nyata.

Dalam arahannya, Abah Sarkum mengingatkan bahwa khidmah di Nahdlatul Ulama menuntut tiga hal utama: ruh perjuangan, komitmen keilmuan, dan keikhlasan. Sementara itu, Muhammad Ghofur menekankan pentingnya sistem koordinasi yang rapi.
“Setiap program kerja harus memiliki dampak nyata bagi warga Nahdliyin di Taiwan. Tanpa sistem yang solid, ide-ide besar hanya akan menjadi wacana,” tegas Ghofur.

Melengkapi perspektif organisasi, Ustadz Taqiyudin menggarisbawahi bahwa kekuatan NU terletak pada kohesi sosial antar anggotanya. Beliau menyebutkan bahwa silaturahmi, koordinasi, dan konsolidasi adalah “Tiga Pilar Utama” yang akan menjaga marwah organisasi di tanah perantauan.

Pertemuan ditutup dengan momen buka puasa bersama dan Sholat Maghrib berjamaah, yang semakin mempererat ikatan kekeluargaan antar pengurus. Melalui Turba ini, PCINU Taiwan berharap Ranting Pingtung mampu bertransformasi menjadi basis pergerakan yang lebih progresif, militan, dan mampu menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat diaspora Indonesia di Taiwan.
