Dihadiri 203 Peserta, ISNU Taiwan Sukses Luncurkan GAGAS Series 1: Kupas Tuntas Pendidikan di Era AI

Bagikan ke

Taipei – ISNU Taiwan resmi meluncurkan GAGAS Series 1 pada Minggu, 10 Mei 2026, melalui webinar bertema “Futureproofing the Nation: Pendidikan dan Kebangkitan dalam Lanskap AI.” GAGAS merupakan singkatan dari Gelar Aktualisasi Gagasan dan Aspirasi Strategis.

Kegiatan perdana ini diikuti 203 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, guru, dosen, komunitas pendidikan, hingga masyarakat umum. Webinar ini menjadi ruang baru bagi ISNU Taiwan untuk memperluas diskusi keilmuan, jejaring, dan kolaborasi lintas bidang.

Ketua ISNU Taiwan, Wahyu Nur Hidayat, Ph.D. (Cand.), menyampaikan bahwa GAGAS Series hadir untuk menyalakan gagasan dan menggerakkan kontribusi keilmuan.

“Webinar GAGAS Series 1 merupakan ruang untuk menyalakan gagasan, memperluas jejaring, dan menggerakkan kontribusi keilmuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan ISNU Taiwan akan menghadirkan tema-tema strategis seperti teknologi, bisnis, investasi, dan pengembangan SDM. ISNU Taiwan juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, pelatihan, dan program peningkatan kapasitas.

Dukungan juga disampaikan Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, M.Pd. Ia menekankan bahwa ISNU perlu terus berkiprah di ruang akademik dan profesional untuk memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan secara istiqamah dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistyo, selaku keynote speaker, mengapresiasi penyelenggaraan webinar ini. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membangun generasi yang adaptif, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan global, termasuk perkembangan kecerdasan buatan.

Webinar ini menghadirkan dua pemateri. Dr. Agustiani Putri, M.Pd., Full-time Research Assistant di National Taiwan Normal University, membahas pentingnya berpikir kritis melalui pertanyaan pemantik atau thought-provoking questions. Ia menekankan bahwa kemampuan bertanya, mengklarifikasi informasi, dan menimbang bukti menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

Pemateri kedua, Bakhrul Rizky Kurniawan, S.Pd., M.Pd., dosen Universitas Negeri Malang sekaligus Doctoral Student di National Taiwan Normal University, mengulas penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran. Ia menjelaskan bahwa AI dapat membantu guru menyusun bahan ajar, soal, rubrik, dan umpan balik, tetapi juga menuntut guru untuk merancang ulang tugas dan asesmen agar proses berpikir siswa tetap terjaga.

Melalui GAGAS Series 1, ISNU Taiwan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Program ini diharapkan menjadi awal dari kegiatan berkelanjutan yang mempertemukan akademisi, pendidik, profesional, komunitas, dan diaspora Indonesia dalam satu ruang gagasan dan kolaborasi.

Dokumentasi kegiatan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *