FTI UII dan PCINU Taiwan Gelar Seminar Manajemen Diri dan Keamanan Siber bagi Diaspora Indonesia

Bagikan ke

TAIPEI – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama atau PCINU Taiwan bekerja sama dengan tim dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia menggelar mini seminar bertajuk “Manajemen Diri dan Keamanan Siber” di Sekretariat PCINU Taiwan, Taipei, Minggu, 17 Mei 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Aplikasi Keilmuan untuk Pemberdayaan Diaspora Indonesia di Taiwan” itu diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas pekerja migran Indonesia, mahasiswa, dan diaspora Indonesia di Taipei. Seminar berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.45 waktu Taiwan atau GMT+8.

Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap individu perlu terus meningkatkan kualitas diri agar mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Menurut dia, peningkatan kualitas diri menjadi kebutuhan penting bagi diaspora Indonesia yang hidup, bekerja, dan belajar di luar negeri.

Ghofur mengatakan, seminar tersebut juga menjadi pengingat bahwa tantangan di era digital tidak lagi terbatas pada persoalan konvensional. Kejahatan, kata dia, kini juga dapat muncul melalui teknologi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap individu hendaknya selalu meningkatkan kualitas diri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi sekitar. Di era digital, kejahatan tidak hanya berlangsung secara konvensional, tetapi juga bisa berasal dari teknologi yang kita gunakan,” ujar Ghofur.

Ia menilai materi yang disampaikan dalam seminar tersebut sangat relevan bagi pekerja migran Indonesia, mahasiswa, dan diaspora Indonesia di Taiwan. Selain dituntut mampu mengelola diri dengan baik, mereka juga perlu memiliki kesadaran dalam menjaga keamanan data pribadi dan aktivitas digital.

Seminar menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, yakni Dr. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FTI UII, serta Fietyata Yudha, S.Kom., M.Kom., Ph.D., dosen Jurusan Informatika FTI UII.

Dalam sesi pertama, Dr. Agus Mansur menyampaikan materi tentang manajemen diri menjadi manusia berkualitas sebagai sebuah ikhtiar berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penguatan kualitas diri melalui ilmu, amal yang bermanfaat, keikhlasan, serta kesehatan ruhani. Menurut dia, tantangan kehidupan modern seperti distraksi digital, tuntutan respons cepat, budaya kepuasan instan, dan tekanan mental perlu dihadapi dengan keseimbangan spiritual, emosional, dan sosial. Karena itu, peserta diajak untuk membiasakan muhasabah, menjaga silaturahmi positif, mengembangkan diri tanpa henti, bersyukur, serta membangun akhlakul karimah agar mampu menjalani kehidupan secara lebih tenang, produktif, dan bermakna.

Sementara itu, Fietyata Yudha atau Bang Ufe menyampaikan materi tentang keamanan siber bagi diaspora Indonesia di Taiwan. Ia mengingatkan bahwa diaspora, termasuk PMI dan mahasiswa, rentan menjadi sasaran kejahatan digital karena sangat bergantung pada ponsel, internet, layanan keuangan, dan komunikasi jarak jauh dengan keluarga di Indonesia. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai modus yang perlu diwaspadai, seperti penipuan melalui WhatsApp atau Line, phishing, romance scam, investasi palsu, hingga job scam berkedok lowongan kerja di luar negeri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga data pribadi seperti KTP, paspor, ARC, nomor rekening, nomor telepon, lokasi, dan kata sandi, serta mendorong peserta untuk menggunakan kata sandi kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, tidak sembarangan mengeklik tautan, tidak memakai WiFi publik untuk transaksi perbankan, dan segera melapor apabila menjadi korban penipuan digital.

Melalui kegiatan tersebut, PCINU Taiwan dan FTI UII berupaya menghadirkan ruang edukasi yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga aplikatif bagi kebutuhan diaspora Indonesia di Taiwan. Seminar ini menjadi bagian dari pengabdian tim dosen FTI UII dalam memperkuat literasi, kesadaran diri, dan ketahanan digital masyarakat Indonesia di luar negeri.

Kegiatan itu juga menjadi sarana silaturahmi antara akademisi, pengurus organisasi, pekerja migran, dan mahasiswa Indonesia di Taipei. Para peserta diharapkan dapat menerapkan materi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, kampus, komunitas, maupun dalam aktivitas digital pribadi.

PCINU Taiwan dan FTI UII berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas diaspora Indonesia. Dengan pemahaman manajemen diri dan keamanan siber yang baik, diaspora Indonesia diharapkan mampu menjadi pribadi yang berkualitas, adaptif, serta lebih aman dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *