TAIPEI, TAIWAN – Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama (PRFNU) Taipei sukses menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) yang ke-2 pada Ahad (14/6/2026). Bertempat di Kantor Sekretariat PCINU Taiwan, perhelatan ini berlangsung khidmat dengan memadukan tradisi spiritualitas dan ruang refleksi organisasi, yang terbagi ke dalam sesi pra-acara dan acara inti.

Lantunan ayat suci mengawali kekhidmatan sesi pra-acara melalui prosesi khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ketua PRFNU Taipei, Sahabati Sutini. Suasana religius kian larut saat Ketua Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU Taiwan, Sahabati Novilia, memimpin pembacaan doa. Kekhusyukan momen tersebut bahkan membuat sejumlah kader menitikkan air mata haru.
Dalam sambutan pembukanya, Sahabati Sutini menegaskan pentingnya penguatan spiritual sebagai fondasi bergerak. “Semoga kegiatan khotmil Qur’an ini menjadi wasilah kelancaran perjuangan PRFNU di Tanah Formosa, khususnya saat organisasi melangkah di usia yang kedua ini.”

Sebagai organisasi yang terus berkembang, agenda ini menarik antusiasme besar dengan dihadiri oleh lebih dari 80 peserta. Mereka merupakan representasi dari anggota PRFNU Taiwan, perwakilan berbagai lembaga, badan otonom (banom) NU, serta pengurus Fatayat ranting dari seluruh penjuru Taiwan.
Hadir pula sejumlah tokoh penting untuk memberikan dukungan moral, di antaranya Ibu Mira Kaliandra (Perwakilan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia/KDEI Taipei), jajaran Tanfidziyah PCINU Taiwan, Ustadz Muhammad Ghofur, Ustadz Nur Kholiq, Rais Syuriyah Kyai Al Imron, serta Mustasyar PCINU Taiwan Ustadz Didik Purwanto. Kehadiran para tokoh ini mempertegas soliditas sinergi kelembagaan di ruang diaspora.

Memasuki acara inti, rasa syukur atas bertambahnya usia organisasi ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Ustadz Muhammad Ghofur kepada Sahabati Sutini. Kemeriahan berlanjut dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Sahabati Novilia yang diserahkan kepada Ketua Panitia, Sahabati Nurul Puji Lestari.
Tidak sekadar seremonial, harlah kali ini juga menjadi panggung apresiasi bagi potensi seni para kader. Agenda ditutup dengan pembagian piala dan sertifikat kepada para pemenang Lomba Mars dan Hymne Fatayat NU, sebuah kompetisi yang telah digulirkan sebulan sebelumnya guna menyemarakkan syiar organisasi sekaligus melatih kreativitas serta kerja sama tim antar kader.

Keberhasilan kepengurusan ranting dalam mengemas acara ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PCI Fatayat NU Taiwan, Sahabati Novilia. Dalam pidatonya, ia juga menekankan pentingnya rasa kepemilikan kolektif demi keberlanjutan roda organisasi.
“Semua kader harus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Fatayat. Organisasi ini bukanlah milik individu atau pengurus semata, melainkan milik kita bersama. Oleh karena itu, mari kita saling bergandeng tangan, berdakwah di tanah rantau, dan menebar kemaslahatan di bawah satu bendera Fatayat NU.”

Pesan tersebut selaras dengan pandangan Ustadz Nur Kholiq selaku Wakil Tanfidziyah PCINU Taiwan. Beliau menyoroti peran strategis Fatayat NU sebagai ruang perlindungan sosial bagi pekerja migran.
“Meskipun baru menginjak usia dua tahun. Sebuah usia yang terhitung sangat muda. Fatayat NU diharapkan mampu bertransformasi menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi perempuan muda. Ruang aman ini tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang telah bergabung sebagai kader, tetapi juga harus merangkul seluruh perempuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) muda di Taiwan.”
Menutup rangkaian pesan tersebut, Ibu Mira Kaliandra yang mewakili KDEI Taipei turut memberikan pembekalan praktis. Beliau mengingatkan agar pemudi NU mampu menjaga ketahanan diri di tengah dinamika hidup di luar negeri melalui tiga pilar utama.

“Sebagai organisasi perempuan muda NU, para kader harus melek terhadap tiga hal penting, yaitu menjaga kesehatan fisik dan mental, menjaga diri agar tidak terjebak dalam lingkaran pinjaman online (pinjol), serta mengelola keuangan dengan bijak.”
Rangkaian peringatan hari lahir ini memantik harapan baru bagi masa depan organisasi. Seiring bertambahnya usia, PRFNU Taipei diharapkan terus merawat konsistensi, memperluas jangkauan kebermanfaatan, serta tetap menjadi pilar penopang yang kokoh bagi umat dan kemanusiaan di tanah rantau.
