PCINU Taiwan Bahas Penguatan Pendidikan, Pesantren, dan Beasiswa dengan Puspenma Kemenag

Bagikan ke

JAKARTA – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan melakukan silaturahmi dengan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Ruchman Bashori, di Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, pengembangan pesantren, akses beasiswa pendidikan, penguatan jejaring lembaga pendidikan, regulasi, hingga optimalisasi peran PCINU Taiwan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Rombongan PCINU Taiwan dipimpin Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan, Muhammad Ghofur, M.Pd. Pertemuan ini menjadi bagian dari ikhtiar PCINU Taiwan untuk membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Memperluas Akses Pendidikan dan Beasiswa

Dalam pertemuan tersebut, PCINU Taiwan menyampaikan pentingnya memperluas akses informasi dan kesempatan memperoleh beasiswa bagi masyarakat Indonesia, termasuk warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. Menurut Muhammad Ghofur, masyarakat Indonesia di Taiwan memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui akses pendidikan yang lebih luas. Pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas individu sekaligus memperkuat kontribusi diaspora bagi pembangunan Indonesia.

“PCINU Taiwan ingin terus membangun jejaring dengan lembaga-lembaga pendidikan dan pemerintah di Indonesia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana akses informasi dan peluang beasiswa dapat lebih mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia di Taiwan,” ungkap Ghofur.

Ia menambahkan, keberadaan PCINU Taiwan dapat menjadi salah satu simpul yang membantu menyampaikan informasi program pendidikan kepada masyarakat Indonesia di Taiwan sekaligus menghubungkan mereka dengan lembaga pendidikan di Indonesia. Hal tersebut dinilai penting karena sebagian masyarakat Indonesia di Taiwan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan, baik pada jenjang perguruan tinggi maupun pendidikan keagamaan.

Penguatan Jejaring Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

Selain beasiswa, pembahasan juga diarahkan pada penguatan jejaring pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan. PCINU Taiwan memandang bahwa jaringan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam konteks masyarakat diaspora. Kerja sama dapat dilakukan dalam berbagai bidang, seperti pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi pendidik, pertukaran pengetahuan, pengembangan kurikulum, serta program pendidikan keagamaan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan.

“Pesantren memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus membangun karakter generasi muda. Karena itu, jejaring pesantren dengan komunitas Muslim Indonesia di luar negeri perlu terus diperkuat,” jelas Ghofur.

Menurutnya, penguatan jaringan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di Taiwan yang membutuhkan pendidikan agama yang kontekstual, moderat, dan tetap berakar pada tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah. PCINU Taiwan selama ini telah membangun berbagai aktivitas pendidikan dan keagamaan melalui struktur organisasi dan jaringan ranting di sejumlah wilayah Taiwan. Kegiatan tersebut mencakup pengajian, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan keagamaan, kajian keislaman, kegiatan sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

Membahas Regulasi Pendidikan Keagamaan

Dalam pertemuan itu, aspek regulasi juga menjadi salah satu perhatian. PCINU Taiwan dan Puspenma Kemenag RI mendiskusikan pentingnya pemahaman terhadap regulasi dalam penyelenggaraan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Regulasi dinilai penting untuk memberikan arah dan kepastian dalam pengembangan program pendidikan sekaligus memastikan setiap program dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam konteks masyarakat diaspora, kebutuhan pendidikan memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat di dalam negeri. Karena itu, diperlukan komunikasi dan koordinasi antara lembaga pemerintah, organisasi keagamaan, serta komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri.

PCINU sebagai Jembatan Diaspora dan Indonesia

Pertemuan tersebut juga memperkuat posisi PCINU Taiwan sebagai salah satu bagian dari jaringan Nahdlatul Ulama di luar negeri yang memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antara masyarakat Indonesia di Taiwan dengan berbagai lembaga di Indonesia. Muhammad Ghofur menegaskan bahwa PCINU Taiwan tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan, tetapi juga berupaya mengambil peran dalam pendidikan, sosial, kebudayaan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan hubungan Indonesia dengan masyarakat diaspora.

“PCINU Taiwan ingin menjadi bagian dari solusi. Kami ingin membangun jembatan antara masyarakat Indonesia di Taiwan dengan pemerintah, lembaga pendidikan, pesantren, dan berbagai stakeholder di Indonesia,” tuturnya.

Menurut Ghofur, keberadaan masyarakat Indonesia di Taiwan harus dipandang sebagai potensi. Mereka tidak hanya membutuhkan pelayanan dan perlindungan selama berada di luar negeri, tetapi juga membutuhkan ruang pengembangan kapasitas agar ketika kembali ke Indonesia dapat memberikan kontribusi yang lebih besar. Karena itu, program pendidikan dan pemberdayaan menjadi salah satu agenda penting yang terus didorong PCINU Taiwan.

Menuju Kerja Sama yang Lebih Konkret

Sementara itu, Kepala Puspenma Kementerian Agama RI, Dr. H. Ruchman Bashori, menyambut baik kunjungan dan silaturahmi PCINU Taiwan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat Indonesia di luar negeri. Penguatan ekosistem pendidikan agama dan pendidikan keagamaan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah memiliki kebijakan dan program, sementara organisasi masyarakat serta komunitas diaspora memiliki jejaring dan kedekatan langsung dengan masyarakat. Sinergi keduanya diharapkan mampu memperluas manfaat program pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Bagi PCINU Taiwan, pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret. Sejumlah peluang kerja sama yang dibahas meliputi penguatan akses informasi dan beasiswa, pengembangan jejaring pesantren dan lembaga pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pendidikan keagamaan bagi diaspora Indonesia, serta sinergi dalam bidang regulasi dan program pendidikan.

Silaturahmi PCINU Taiwan dengan Puspenma Kemenag RI tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat kontribusi masyarakat Indonesia di luar negeri. Melalui pendidikan yang kuat, jejaring yang luas, dan kolaborasi lintas lembaga, PCINU Taiwan berupaya memastikan bahwa masyarakat Indonesia di Taiwan tetap memiliki akses terhadap pendidikan, pembinaan keagamaan, dan pengembangan kapasitas, sekaligus tetap terhubung dengan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *