Taiwan – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang jaminan produk halal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Halal Supervisor Training for MSMEs Batch XXVIII yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Tekno Sains Academy ITS pada 6–7 Oktober 2026 secara daring.

Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia serta perwakilan PCINU Taiwan. Keterlibatan diaspora Nahdliyin di Taiwan menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta mendorong pengembangan ekosistem halal yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Materi pelatihan mencakup regulasi dan ruang lingkup Jaminan Produk Halal (JPH), proses sertifikasi halal, konsep halal dan haram, fatwa halal, serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Pengetahuan tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk memahami pengelolaan produk halal secara sistematis, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bagi PCINU Taiwan, peningkatan kompetensi SDM halal memiliki arti penting, terutama dalam mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia di Taiwan, termasuk pelaku usaha, pekerja migran Indonesia (PMI), serta jaringan bisnis yang berkaitan dengan produk halal.
Partisipasi ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas antara PCINU Taiwan dan ITS dalam pengembangan SDM halal lintas negara. Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, diaspora, dan pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat literasi halal sekaligus mendorong tumbuhnya rantai nilai halal (halal value chain) yang inklusif dan berdaya saing.

Terlebih, pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal di Indonesia pada Oktober 2026 menjadikan penguatan kompetensi dan kesiapan pelaku usaha sebagai agenda yang semakin strategis. Kehadiran sumber daya manusia yang memahami SJPH diharapkan dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan proses sertifikasi serta menjaga konsistensi penerapan standar halal dalam kegiatan bisnisnya.

PCINU Taiwan memandang bahwa penguatan ekosistem halal bukan semata-mata persoalan sertifikasi produk, melainkan juga bagian dari ikhtiar membangun kepercayaan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi umat.
Melalui semangat khidmah Nahdlatul Ulama, PCINU Taiwan berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas kader, memperluas kemitraan strategis, dan mengambil peran aktif dalam pengembangan ekosistem halal di lingkungan diaspora Indonesia di Taiwan.
Halal Goes Global: Menguatkan SDM, Memperluas Kolaborasi, dan Menghadirkan Manfaat bagi Umat.
Sumber: Pusat Studi Halal ITS, 7 Oktober 2026.
