Penuh Khidmat & Haru: Pelantikan PR Fatayat NU Guanyin-Zhongli Cetak Sejarah Ketua Termuda, Diwarnai Prosesi Dua Mualaf

Bagikan ke

Taiwan – Suasana khidmat, lancar, dan penuh rasa syukur menyelimuti Musholla Al Amin Zhongli, Taiwan, pada Ahad, 17 Mei 2026.  Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Guanyin-Zhongli resmi dilantik dalam sebuah prosesi organisasi yang tidak hanya sakral secara administrasi, tetapi juga menyentuh hati sanubari seluruh jemaah yang hadir.

Acara besar ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU Taiwan, Sahabat Novilia, beserta jajaran pengurus dari seluruh Ranting Fatayat NU se-Taiwan. Tak hanya itu, kekuatan sinergi batih Nahdliyin di bumi formosa terlihat sangat solid dengan kehadiran segenap komponen keluarga besar NU. Mulai dari jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCI NU Taiwan, Muslimat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), hingga pendekar Pagar Nusa ikut serta mengawal jalannya acara dari awal hingga akhir.

Pelantikan kali ini menorehkan catatan sejarah tersendiri dengan dikukuhkannya ketua Fatayat NU termuda di Taiwan, yakni Sahabat Khadijah Safeea Almukarromah. Kehadiran sosok pemimpin muda ini membawa angin segar dan harapan baru bagi regenerasi organisasi. Pengurus baru ini berkomitmen untuk bergerak lebih dinamis, mengikuti perkembangan zaman, serta mengikis kesan kaku. Target utamanya adalah merangkul dan menarik minat pekerja/pelajar muda di Taiwan untuk bersama-sama membangun Fatayat, tanpa sedikit pun menanggalkan tradisi mulia serta identitas luhur yang melekat pada Fatayat NU.

Pesan Kuat Ketua Terpilih:

“Jangan takut, jangan minder. Coba saja dulu. Kesalahan adalah sebuah proses perbaikan. Suatu saat jika kita sudah menguasai ilmunya, kita tidak mudah menuntut kesempurnaan dari orang lain, sebab kita tahu arti sebuah proses.”

Dalam sambutan dan pengarahannya, Ketua PCI Fatayat NU Taiwan, Sahabat Novilia, menekankan betapa krusialnya menjaga persatuan di perantauan. Beliau berpesan dengan tegas agar seluruh pengurus maupun anggota selalu mengedepankan tabayyun dan ukhuwah Islamiyah demi menghindari perpecahan. Menurutnya, kekompakan adalah kunci agar program-program kemaslahatan umat bisa berjalan berkesinambungan di Taiwan.

Keteguhan organisasi berpadu indah dengan momentum kemanusiaan yang sangat mengharukan. Di sela-sela acara sakral tersebut, dua orang warga di Taiwan memutuskan untuk memeluk agama Islam. Prosesi ikrar syahadat dibimbing langsung secara khusyuk oleh Ketua PCI Fatayat NU Taiwan, Sahabat Novilia. Isak tangis haru dan pekikan takbir lirih penuh syukur dari para pengurus dan jemaah pecah seketika saat kedua mualaf tersebut selesai mengucapkan dua kalimat syahadat dengan lancar.

Peristiwa ini menjadi kado spiritual yang luar biasa bagi kepengurusan yang baru saja dilantik. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur (syukuran), serta sesi foto bersama yang mencerminkan wajah Islam Nusantara yang ramah, merangkul, dan penuh berkah di Taiwan. PR Fatayat NU Guanyin-Zhongli kini siap melangkah melayani umat dengan semangat kepemudaan yang menyala.

Dokumentasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *