Takbir Menggema di Jantung Taipei, 6.000 WNI Sholat Idul Adha di 228 Peace Memorial Park

Bagikan ke

TAIPEI — Gema takbir berkumandang di jantung Kota Taipei, Rabu pagi, 27 Mei 2026. Sejak matahari belum tinggi, ribuan warga negara Indonesia mulai memadati Taman 228, yang juga dikenal sebagai 228 Peace Memorial Park, untuk mengikuti Sholat Idul Adha 1447 H/2026 M di Taipei.

Di tengah kesibukan kota modern Taiwan, suasana taman berubah menjadi ruang spiritual dan silaturahmi bagi masyarakat Indonesia di perantauan. Sekitar 6.000 jamaah hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PCINU Taiwan bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia atau KDEI Taipei.

Besarnya antusiasme jamaah membuat panitia membagi pelaksanaan sholat menjadi tiga kloter. Kloter pertama dimulai pukul 06.30, disusul kloter kedua pukul 07.30, dan kloter ketiga pukul 08.15 waktu setempat. Pembagian ini dilakukan karena keterbatasan area pelaksanaan sholat, sementara jumlah jamaah yang datang terus bertambah.

Kegiatan dibuka oleh Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistyo, yang hadir bersama jajaran pejabat KDEI Taipei. Dalam sambutannya, Arif menyampaikan ucapan selamat Idul Adha 1447 H kepada seluruh jamaah. Ia juga menyinggung perjuangan para pekerja migran Indonesia di Taiwan, sekaligus menyampaikan pesan agar para PMI terus menjaga semangat, kebersamaan, dan nama baik Indonesia selama bekerja di negeri rantau.

Mayoritas jamaah yang hadir merupakan pekerja migran Indonesia, sementara sebagian lainnya adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Taiwan. Mereka datang dari Taipei dan wilayah sekitarnya, termasuk New Taipei.

Pemandangan khas Idul Adha di perantauan terasa kuat pagi itu. Sebagian jamaah datang bersama keluarga. Tidak sedikit pula pekerja migran yang hadir sambil tetap mendampingi lansia yang mereka rawat. Di sela tanggung jawab pekerjaan, mereka menyempatkan diri menunaikan ibadah dan merasakan kebersamaan dengan sesama warga Indonesia.

Pelaksanaan sholat berlangsung khidmat meski diikuti ribuan jamaah. Lantunan takbir yang menggema di antara pepohonan dan gedung-gedung sekitar 228 Peace Memorial Park menghadirkan suasana haru bagi banyak jamaah yang merayakan Idul Adha jauh dari kampung halaman.

Pada kloter pertama, Muhammad Al Imron bertugas sebagai imam sekaligus khatib. Kloter kedua dipimpin oleh Hamdan sebagai imam dan Muhammad Ghofur sebagai khatib. Sementara pada kloter ketiga, Imam Syahroni bertugas sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khutbah Idul Adha tahun ini, para khatib mengangkat tema tentang memperkuat perjuangan pekerja migran Indonesia di Taiwan dengan mengambil hikmah dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Nilai keikhlasan, keteguhan, kesabaran, dan pengorbanan menjadi pesan utama yang disampaikan kepada jamaah.

Bagi warga Indonesia di Taipei, Sholat Idul Adha di 228 Peace Memorial Park bukan sekadar ibadah tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan, penguat rindu, sekaligus pengingat bahwa di tanah rantau, kebersamaan sesama anak bangsa tetap menjadi sumber kekuatan.

Di bawah langit Taipei, ribuan jamaah menundukkan kepala dalam doa yang sama: semoga pengorbanan, kerja keras, dan perjuangan mereka di Taiwan menjadi jalan keberkahan bagi keluarga, bangsa, dan masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *